Jakarta (19/05) — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Kholid, menegaskan bahwa peran perempuan di parlemen dan partai politik sangat strategis dalam menjawab tantangan baru yang mengancam ketahanan keluarga, terutama tekanan ekonomi akibat maraknya pinjaman online dan inovasi finansial yang tidak terkendali.
Pernyataan tersebut disampaikan Kholid dalam kegiatan Kunjungan Women’s Wing of People’s Action Party (PAP) Singapura ke DPP PKS, Selasa (19/5/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antar-partai politik di kawasan.
Menurut Kholid, perempuan memiliki perspektif yang sangat penting dalam proses legislasi dan pengawasan kebijakan publik, terutama terkait perlindungan keluarga sebagai unit sosial paling dasar.
“Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa. Karena itu, perempuan di parlemen dan partai politik harus berada di garis depan dalam memastikan kebijakan negara berpihak pada penguatan keluarga,” ujar Kholid.
Ia menyoroti hasil berbagai riset yang menunjukkan bahwa persoalan ekonomi, termasuk jeratan pinjaman online, menjadi salah satu penyebab utama perceraian di Indonesia. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan bahwa isu keluarga tidak bisa dipisahkan dari kebijakan ekonomi, regulasi teknologi keuangan, dan literasi digital.
Kholid menilai kerja sama antara sayap perempuan partai politik di Indonesia dan Singapura dapat menjadi wadah bertukar pengalaman mengenai strategi kebijakan yang efektif dalam melindungi keluarga dari ancaman ekonomi modern.
“Ketika perempuan parlemen saling terhubung lintas negara, lahir perspektif yang lebih kaya untuk merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Sebagai Anggota DPR RI Fraksi PKS, Kholid menegaskan bahwa PKS akan terus mendorong kebijakan yang memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan literasi keuangan, serta memberikan perlindungan terhadap masyarakat dari praktik keuangan yang merugikan.