Jakarta (19/05) — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, meminta penjelasan terkait isu penggunaan jilbab bagi siswi atau taruni di lingkungan pendidikan TNI yang ramai diperbincangkan di media sosial. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan para Kepala Staf TNI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/05).
Dalam penyampaiannya, Sukamta mengapresiasi tingginya minat generasi muda untuk bergabung dengan TNI, termasuk dari kalangan perempuan dan santri.
“Sangat positif. Banyak warga negara yang mulai tertarik untuk masuk TNI. Laki-laki maupun perempuan, animonya boleh dibilang sama. Kemudian banyak juga kalangan santri dan santriwati yang berminat untuk masuk TNI atau sekolah-sekolah di bawah TNI,” ujar Sukamta.
Namun demikian, ia menyoroti munculnya berbagai narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa siswi atau taruni di institusi pendidikan di bawah TNI diwajibkan melepas jilbab.
“Di media sosial itu berseliweran narasi yang bertentangan. Sebagian mengatakan bahwa siswa atau siswi yang sekolah di bawah TNI, ada yang di Unhan atau Taruni (akademi militer) dan lainnya, itu harus melepas jilbabnya,” katanya.
Menurut Sukamta, isu tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga santri dan santriwati yang sejak kecil telah terbiasa mengenakan jilbab sebagai bagian dari keyakinan dan identitas mereka.
“Namanya santriwati, pasti mereka dari kecil sudah pakai jilbab. Nah ini menjadi pertanyaan,” ungkapnya.
Karena itu, Sukamta meminta penjelasan resmi dari Kementerian Pertahanan maupun jajaran TNI agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
“Saya ingin menanyakan bagaimana sebetulnya duduk persoalannya, supaya nanti paling tidak warga negara yang punya keinginan masuk TNI, apapun background agamanya, latar belakang budayanya, asal-usul sukunya, itu bisa diakomodir tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasarnya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pertanyaan tersebut merupakan bentuk aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat kepada dirinya sebagai wakil rakyat.
“Saya kira ini pertanyaan yang mewakili konstituen,” pungkas Sukamta.