Bekasi (18/05) — Perhatian terhadap kesejahteraan kader posyandu kembali disampaikan Jalal Abdul Nasir saat menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan Jawa Barat VII. Isu ini dinilai penting karena kader posyandu berperan langsung dalam menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Peran kader posyandu sangat strategis karena mereka menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Sudah sewajarnya kesejahteraan mereka memperoleh perhatian yang proporsional, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Jalal saat melaksanakan masa reses beberapa waktu lalu.
Sorotan tersebut disampaikan setelah ditemukannya informasi mengenai sejumlah relawan posyandu di tingkat desa yang belum menerima insentif sebagaimana yang diharapkan. Kondisi ini dipandang perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan kesehatan berbasis masyarakat tetap berjalan optimal.
“Para pegiat posyandu memiliki kedekatan emosional dengan warga. Mereka mengenal kondisi ibu hamil, balita, bahkan memahami kebiasaan sehari-hari masyarakat yang mereka dampingi,” kata Jalal.
Kedekatan tersebut dinilai menjadi kekuatan tersendiri dalam upaya pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, serta edukasi gizi keluarga. Kontribusi para relawan disebut telah membantu memperkuat layanan kesehatan hingga tingkat lingkungan terkecil.
“Karena tanggung jawab mereka besar, saya berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian terkait dapat memberi perhatian lebih terhadap keberlanjutan insentif dan dukungan operasional mereka,” tuturnya.
Harapan juga diarahkan kepada wilayah yang memiliki keterbatasan fiskal agar dapat membangun sinergi program dengan dinas kesehatan maupun skema nasional. Kolaborasi lintas lembaga dipandang dapat menjadi solusi yang konstruktif tanpa membebani pelayanan dasar masyarakat.
“Bila ada daerah dengan keterbatasan anggaran, tentu bisa dibicarakan bersama pemerintah pusat melalui program kesehatan nasional. Yang terpenting, kesejahteraan kader terjamin sehingga mereka tetap fokus melayani ibu, bayi, dan generasi masa depan,” pungkas Jalal.