Jakarta (15/05) — Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX Fraksi PKS Ateng Sutisna mengapresiasi kepedulian generasi muda terhadap isu pendidikan di wilayahnya. Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Hari Aspirasi Fraksi PKS DPR RI yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Gen Z Goes To Senayan – Sea World yang berlangsung pada 10–11 Mei 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Dalam sesi tersebut, perwakilan asal Kabupaten Majalengka menyoroti persoalan infrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan di Majalengka. Salah satu perhatian utama disampaikan terkait kondisi bangunan SDN 2 Gandawesi yang sempat menjadi perhatian publik karena kondisi bangunannya yang rusak dan dinilai tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Mereka menyampaikan kekhawatiran bahwa kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan siswa dalam menjalani proses pembelajaran sehari-hari.
Selain itu, terdapat ironi yang dirasakan masyarakat karena di lokasi yang berdekatan dengan sekolah tersebut justru berdiri fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan kondisi bangunan yang jauh lebih baik dibanding ruang belajar siswa sekolah dasar.
Dalam forum tersebut, mereka pun mengusulkan agar Fraksi PKS DPR RI turut mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap program renovasi sekolah di daerah, pemerataan pembangunan sektor pendidikan, serta adanya mekanisme pengecekan rutin terhadap kondisi bangunan sekolah tanpa harus menunggu viral terlebih dahulu.
Menanggapi hal tersebut, Ateng menyatakan bahwa persoalan ruang belajar yang aman dan layak bagi siswa merupakan hal yang sangat penting. Ia mengakui bahwa terdapat ironi ketika fasilitas pendukung program makan bergizi gratis memiliki kondisi bangunan yang jauh lebih baik dibandingkan sekolah tempat anak-anak belajar setiap hari.
“Ini memang menjadi ironi. Tempat yang akan dipakai untuk memberikan makan anak-anak sekolah justru bangunannya bagus, sementara ruang belajar mereka sendiri masih ada yang kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.
Ia menegaskan dirinya tetap akan mengawal dan berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka terkait perbaikan sekolah yang telah masuk agenda pembangunan tahun 2026. Sebagai anggota dari Dapil Jawa Barat IX, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan aspirasi masyarakat daerah dapat tersampaikan dan mendapat perhatian.
“Kami akan terus berkomunikasi dan melakukan pengawasan agar apa yang menjadi keluhan teman-teman dari Majalengka ini bisa tersalurkan dengan baik,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar kerusakan sekolah dapat dideteksi lebih cepat tanpa harus viral terlebih dahulu. Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berbicara kurikulum dan program, tetapi juga harus memastikan keamanan serta kelayakan ruang belajar.
“Kita ingin ke depan ruang belajar anak-anak aman, nyaman, dan layak, khususnya di wilayah Majalengka,” tegasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis kepada perwakilan peserta sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Gen Z Goes To Senayan – Sea World Tahun 2026.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran politik yang positif bagi generasi muda sekaligus mendorong lahirnya anak-anak muda yang peduli terhadap persoalan daerahnya.
“Kita ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat menyampaikan solusi dan gagasan untuk masa depan daerahnya,” pungkasnya.