Jakarta (14/05) — Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX Fraksi PKS, Ateng Sutisna, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para generasi muda yang tergabung dalam rangkaian kegiatan Gen Z Goes To Senayan – Sea World yang berlangsung pada 10–11 Mei 2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Hal tersebut disampaikannya dalam agenda hari kedua kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Fraksi PKS DPR RI, bertepatan dengan program Hari Aspirasi Fraksi PKS DPR RI. Sebelumnya, para peserta juga sempat mengunjungi berbagai fasilitas yang ada di DPR RI.
Program Gen Z Goes To Senayan – Sea World dirancang sebagai ruang edukasi politik dan penguatan partisipasi generasi muda agar lebih aktif menyampaikan gagasan serta peduli terhadap persoalan daerah maupun nasional.
Dalam sesi aspirasi, dua peserta perempuan asal Kabupaten Sumedang menyampaikan berbagai persoalan terkait pengembangan potensi generasi muda di daerahnya. Menurut mereka, Sumedang memiliki potensi anak muda yang besar dalam berbagai bidang, namun hingga saat ini masih minim ruang, dukungan, dan perhatian untuk mengembangkan kreativitas maupun kapasitas generasi muda secara berkelanjutan.
Selain itu, mereka juga menyoroti keberadaan sejumlah perguruan tinggi besar di Kabupaten Sumedang seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan beberapa kampus lainnya yang dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak optimal bagi putra-putri asli Sumedang.
Mereka menyampaikan bahwa sebagian besar mahasiswa di kampus tersebut justru berasal dari luar daerah, sementara masih banyak lulusan SMA asal Sumedang yang kesulitan mendapatkan akses dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi sekitar wilayahnya sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Ateng menyatakan bahwa aspirasi tersebut menjadi perhatian penting, terutama dalam pemerataan akses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia daerah. Ia menilai keberadaan perguruan tinggi besar di suatu daerah seharusnya memberikan dampak sosial dan pendidikan yang nyata bagi masyarakat lokal, termasuk membuka ruang lebih besar bagi anak muda daerah.
“Aspirasi ini akan kita perjuangkan. Minimal nanti kita akan mencoba bersurat kepada para rektor atau mengundang pihak kampus untuk membicarakan bagaimana lulusan SMA dari Sumedang bisa mendapatkan perhatian dan prioritas yang lebih baik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia generasi muda melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan kapasitas kerja. Tantangan ke depan bukan hanya bagaimana memperoleh pekerjaan, tetapi juga bagaimana mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
“Kita perlu menyiapkan anak-anak muda agar memiliki keterampilan dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Tetapi bukan hanya siap kerja, kalau bisa justru menjadi wirausaha itu akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Ia menilai penguatan kewirausahaan generasi muda menjadi penting agar daerah memiliki lebih banyak pelaku ekonomi baru yang kreatif, inovatif, dan mampu membuka peluang usaha di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis kepada perwakilan peserta sekaligus menjadi penutup acara. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal lahirnya generasi muda yang lebih aktif, percaya diri, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan daerahnya.
“Kita ingin anak muda dari daerah memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, memperjuangkan aspirasi, dan ikut mengambil peran,” pungkasnya.