Jakarta (13/05) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus hantavirus yang mulai menjadi perhatian publik, namun tetap tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (12/05) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Netty menyoroti munculnya kasus hantavirus yang sebelumnya ramai diperbincangkan setelah terjadi di kapal pesiar, dan kini dilaporkan juga ditemukan di Indonesia.
“Tentu saja dalam masa persidangan kali ini ada beberapa isu yang perlu dicermati oleh Komisi IX DPR RI. Yang pertama tentu saja kasus hantavirus yang terjadi di kapal pesiar, dan ternyata di tanah air juga sudah kita mendapatkan informasi ada 23 kasus,” ujar Netty.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif secara serius, terutama dalam penguatan sistem kesehatan masyarakat dan pencegahan penyebaran penyakit.
“Saya dan tentu saja Fraksi PKS memberi catatan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia agar tetap memberikan perhatian yang serius terhadap kasus hantavirus, tapi tanpa menimbulkan kepanikan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Netty menjelaskan bahwa hantavirus berkaitan erat dengan keberadaan binatang pengerat dan kebersihan lingkungan. Karena itu, ia menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan sistem kesehatan hingga edukasi masyarakat.
“Kasus hantavirus ini ternyata disebabkan oleh binatang pengerat dan juga kebersihan lingkungan,” katanya.
Ia mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat surveillance epidemiologi serta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani kasus yang dicurigai maupun terkonfirmasi hantavirus.
“Yang harus dilakukan yang pertama oleh Kemenkes adalah membangun sistem surveillance epidemiologi, dan yang kedua membangun kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam respon setiap kasus yang ditengarai seperti hantavirus atau terkonfirmasi hantavirus,” tegas Netty.
Selain itu, Netty juga mengingatkan pentingnya edukasi publik mengenai hubungan erat antara kesehatan masyarakat dan kebersihan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan sanitasi.
“Kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah kemudian juga sanitasi tentu menjadi kata kunci bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya.