Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

DPR Sayangkan Maluku Utara Tak Masuk Daftar Nobar Piala Dunia

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (13/05) — Pesta sepak bola terbesar sejagat pada tahun 2026 seharusnya menjadi panggung perayaan yang menghidupkan urat nadi ekonomi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Sayangnya, gegap gempita tersebut justru menyisakan ironi yang memprihatinkan setelah kawasan Indonesia Timur secara terang-terangan terlewat dari peta euforia perayaan tersebut.

Kritik ini dilontarkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran Dewan Pengawas dan Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI serta TVRI di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Agenda rapat tersebut mengerucut pada isu pemerataan akses siaran dan dampak ekonomi bagi wilayah pelosok.

Alqassam, sapaan akrabnya, secara lugas menyoroti dokumen rencana kerja sama nonton bareng (nobar) “Bola Gembira”.

Berdasarkan data paparan, puluhan lokasi nobar telah disiapkan secara masif di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Namun, wilayah Maluku Utara hingga Papua justru luput dari daftar lokasi resmi tersebut.

“RRI dan TVRI membawa nama besar ‘Republik Indonesia’. Jangan sampai alasan teknis infrastruktur dan transmisi terus-menerus menjadi dalih klasik yang mengorbankan hak masyarakat Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara,” tegas Alqassam di ruang rapat.

Menanggapi kritik tersebut, Plt. Direktur Utama TVRI, Rika Damayanti, memberikan klarifikasi mengenai langkah teknis yang tengah ditempuh. Ia mengakui bahwa pasca-Analog Switch Off (ASO), memang terdapat wilayah yang belum terjangkau pemancar (TX) digital.

“Saat ini kami sedang berproses dengan operator satelit untuk mengakomodasi kebutuhan di wilayah perbatasan ataupun wilayah di Timur dan Tengah Indonesia,” ujar Rika. Ia memastikan bahwa 34 lokasi stasiun TVRI di seluruh provinsi dipastikan akan menyelenggarakan nonton bareng.

Rika juga menambahkan bahwa penggunaan satelit ini akan diawasi secara ketat oleh jajaran Direktorat Teknik agar sinyal tidak meluber ke luar wilayah kedaulatan Indonesia.

“Siaran Piala Dunia ini hanya untuk wilayah Indonesia. Kami menjaga komitmen ini karena merupakan bagian dari kontrak TVRI dengan FIFA,” imbuhnya.

Meskipun terdapat penjelasan teknis tersebut, Alqassam tetap menggarisbawahi pentingnya opportunity cost bagi ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, nobar bukan sekadar hiburan, melainkan stimulus ekonomi mikro.