Jakarta (13/05) — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian angka semata, tetapi harus menjadi pertumbuhan yang berkualitas dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (12/05) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Anis menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
“Kita tahu bahwa di kuartal I-2026 ini BPS sudah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen. Yang kita harapkan adalah pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar angka, tapi juga menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujar Anis.
Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas berarti manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat, bukan hanya kelompok tertentu.
“Artinya tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tapi juga harus bisa dinikmati oleh seluruh warga negara Indonesia,” lanjutnya.
Politisi PKS itu juga menekankan pentingnya pertumbuhan sektor industri pengolahan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, peningkatan kesempatan kerja menjadi kunci agar masyarakat memiliki penghasilan dan daya beli yang lebih baik.
“Tentu saja kita ingin bahwa industri pengolahan itu bisa tumbuh sehingga bisa menyerap lapangan kerja, karena kita tahu lapangan kerja itu sangat dibutuhkan oleh warga negara kita agar warga negara bisa memiliki pendapatan,” katanya.
Selain sektor industri, Anis juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kemudian juga UMKM kita harapkan bisa tumbuh dengan baik sehingga warga-warga yang memiliki UMKM ini bisa menikmati hasilnya dan juga bisa mandiri,” tegasnya.
Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan semakin inklusif dan mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di berbagai lapisan.