Ambon (11/05) — Anggota DPR RI Komisi V Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, hadir dalam program bincang inspiratif di RRI Ambon Pro 1 105,1 MHz, Sabtu (9/5/2026). Dalam dialog bertajuk “Bersuara untuk Maluku: Ketika Perempuan Memimpin Perubahan”, Saadiah berbagi cerita perjuangan hidup, perjalanan politik, hingga pandangannya tentang masa depan Maluku.
Dalam perbincangan bersama pewara Joe, Saadiah lebih dulu menceritakan aktivitasnya meninjau lokasi longsor di kawasan BTN Gadihu Indah, Kota Ambon. Usai meninjau lapangan, ia langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku untuk melakukan langkah mitigasi cepat guna mencegah terjadinya banjir bandang susulan akibat aliran sungai yang tertutup material longsor.
Menurut Saadiah, penanganan bencana tidak boleh menunggu terlalu lama karena keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan kebencanaan, dirinya terus mendorong percepatan penanganan di lapangan agar masyarakat terdampak dapat segera merasa aman.
Dalam dialog tersebut, Saadiah juga mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara yang lahir dari keluarga petani dan nelayan di Negeri Lima, Maluku. Ia mengenang masa kecilnya yang akrab dengan kehidupan kebun dan laut, mulai dari membelah pala hingga memanjat pohon cengkih. Pengalaman itu, menurutnya, membentuk karakter kerja keras dan ketekunan yang terus dibawanya hingga saat ini.
Saadiah yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Sistem Perkapalan itu juga menceritakan perjalanan politiknya yang tidak selalu mudah. Ia pernah gagal dalam Pemilu 1999 dan 2004. Namun, dengan dukungan keluarga dan semangat untuk terus berjuang, ia akhirnya berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Maluku selama dua periode sebelum terpilih menjadi anggota DPR RI.
Salah satu momen yang paling dikenangnya adalah ketika dirinya melakukan interupsi dalam sidang paripurna DPR RI untuk membela masyarakat pengungsi gempa Maluku tahun 2019. Baginya, suara masyarakat Maluku harus terus diperjuangkan di tingkat nasional.
Dalam kesempatan itu, Saadiah juga menyampaikan pesan khusus kepada perempuan dan generasi muda Maluku. Ia menilai perempuan memiliki kekuatan besar melalui ketelitian, kepedulian, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Karena itu, perempuan Maluku didorong untuk tidak takut bermimpi dan tampil memimpin perubahan.
Kepada generasi muda, Saadiah mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar sehingga masyarakat harus mampu menjadi pelaku utama dalam mengelola potensi daerahnya sendiri, bukan hanya menjadi penonton di negeri sendiri.
Di akhir dialog, Saadiah berharap pengalaman hidup dan perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Maluku, khususnya perempuan muda, untuk terus berani menghadapi tantangan kehidupan dan tetap percaya bahwa kerja keras serta ketekunan akan membawa perubahan yang baik bagi daerah.