Makassar (04/05) — Anggota Komisi XIII (Bidang Regulasi dan Hak Asasi Manusia) DPR, Meity Rahmatia, melepas keberangkatan jemaah calon haji (JCH) Kloter 16 Embarkasi Makassar, Sabtu (2/5/2026).
Jemaah calon haji Kloter 16 merupakan gabungan calon haji yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Gowa, Maros, Pinrang, dan Takalar.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena kita bisa bertemu dengan para tamu Allah, calon-calon haji yang akan berangkat tahun ini,” ujarnya di hadapan JCH di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan.
Di kloter ini, JCH dari Kabupaten Gowa sebanyak 111 orang, Maros 74 orang, Kabupaten Pinrang 133 orang, dan Kabupaten Takalar 69 orang, termasuk tim pendamping haji enam orang, sehingga total diberangkatkan ke Tanah Suci 393 calon haji.
Dalam kesempatan ini, Meity yang datang sejak subuh ke lokasi mengajak jemaah calon haji memperkuat keimanan, menjaga kesehatan, serta meluruskan niat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ia menekankan pula bahwa ibadah haji merupakan suatu perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Menurutnya, jemaah perlu memperkuat jasmani agar tetap sehat selama menjalani rangkaian ibadah, sekaligus menyatukan batin dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT.
“Perkuat jasad kita dengan kesehatan jasmani dan satukan batin kita hanya kepada Allah SWT. Tinggalkan segala bentuk kesyirikan dan luruskan niat semata-mata karena Allah,” katanya.
Ia mengingatkan jemaah agar melepaskan sementara urusan duniawi, seperti jabatan dan harta benda, selama menjalankan ibadah haji.
Ia menilai kunci utama meraih haji mabrur adalah keikhlasan.
“Sehebat apa pun manusia, dengan segala kekuasaan dan harta yang dimiliki, semuanya akan ditinggalkan saat kita menghadap Sang Pencipta,” katanya.
Ia menambahkan tidak semua orang mendapatkan kesempatan istimewa untuk menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah.
Oleh karena itu, jemaah diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, ia mengharapkan jemaah menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang berisiko, seperti berdesakan untuk mencium Hajar Aswad.
“Jaga kondisi, jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan kita. Fokus pada ibadah dan keselamatan diri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Meity juga menyoroti keberagaman usia jemaah, termasuk adanya jemaah lanjut usia yang mencapai umur 95 tahun.
Ia mengapresiasi semangat jemaah lansia yang tetap bertekad menunaikan ibadah haji.
Ia berharap jemaah Kloter 16 dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.