Bandung (02/05) — Anggota DPR RI Komisi X, Ledia Hanifa, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor pangan, melalui pemahaman teknik pengolahan dan pengemasan yang tepat.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pelatihan Teknik Pengolahan dan Pengemasan Pangan Produk UMKM di Kampus ASM Ariyanti, Kota Bandung, akhir April lalu.
Dalam sambutannya, Ledia Hanifa menyampaikan bahwa pengemasan bukan sekadar pembungkus produk, melainkan bagian penting yang menentukan kualitas, daya tahan, hingga status kehalalan sebuah produk pangan.
“Selama ini orientasi kita sering kali hanya pada aspek halal, padahal produk pangan juga harus thayyib, yakni baik secara keseluruhan. Maka, pengemasan menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh pada kualitas produk, keamanan pangan, hingga distribusi,” ujar Ledia.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM yang telah memiliki produk berkualitas, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pengemasan, terutama jika ingin memperluas pasar hingga masuk ke ritel modern maupun ekspor.
Ledia mencontohkan pelaku usaha makanan ringan yang memiliki permintaan ekspor tinggi, namun terkendala jenis kemasan. Produk yang semula menggunakan plastik tidak dapat memenuhi standar ekspor dan harus beralih ke kemasan kaleng yang biayanya jauh lebih tinggi.
“Sering kali hal seperti ini dianggap sepele, padahal kemasan sangat menentukan daya saing produk. Produk yang baik harus didukung kemasan yang mampu menjaga kualitas, aman, informatif, dan sesuai standar pasar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelabelan produk sesuai dengan ketentuan perlindungan konsumen, termasuk informasi mengenai komposisi, bahan utama, kandungan gizi, hingga potensi alergen yang harus disampaikan secara jelas kepada konsumen.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula peneliti utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di bidang pangan, Asep Nurhikmat, yang memberikan pemaparan mengenai hasil-hasil riset terkait pengolahan dan pengemasan pangan untuk mendukung UMKM naik kelas.
Ledia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan langsung menerapkannya sesuai kebutuhan produk masing-masing.
“Tidak ada satu jenis kemasan yang paling baik untuk semua produk. Setiap produk memiliki karakteristik berbeda, sehingga perlu dicoba dan disesuaikan. Ilmu yang didapat hari ini jangan hanya disimpan, tetapi harus dipraktikkan agar UMKM kita benar-benar bisa berkembang,” tuturnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk menularkan ilmu yang diperoleh kepada pelaku UMKM lainnya agar manfaat pelatihan dapat dirasakan lebih luas.
Kegiatan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar mampu bersaing, memperluas pasar, serta meningkatkan kualitas produk pangan lokal yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.