Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Kapal Sabuk Nusantara 108 Alami Mati Mesin di Banda Neira, Saadiah Uluputty Minta Evaluasi Keselamatan Pelayaran

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Ambon (29/04) — Insiden kecelakaan laut terjadi di wilayah Banda Neira ketika kapal perintis dilaporkan mengalami mati mesin dan menabrak rumah warga di pesisir. Peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan masyarakat setempat serta menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi kejadian. Banda, 28 April 2026.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, kapal yang tengah beroperasi di kawasan pelabuhan itu kehilangan kendali akibat gangguan mesin, sehingga terbawa arus dan menghantam bangunan warga di tepi pantai. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dapil Maluku menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi.

“Saya sangat prihatin atas musibah ini. Semoga seluruh warga terdampak diberikan kekuatan, dan kita berharap tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Saadiah.

Ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dari pihak terkait untuk menangani dampak kejadian, termasuk memastikan keselamatan warga serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.

Lebih lanjut, Saadiah meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi armada kapal perintis, khususnya yang melayani wilayah kepulauan seperti Maluku. Ia menilai, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi laut.

“Kejadian ini harus menjadi perhatian serius. Pemeriksaan rutin terhadap kelayakan kapal, termasuk sistem mesin dan navigasi, tidak boleh diabaikan. Keselamatan penumpang dan masyarakat sekitar adalah hal utama,” tegasnya.

Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan, Komisi V DPR RI juga akan mendorong pengawasan yang lebih ketat terhadap operasional kapal perintis yang menjadi tulang punggung konektivitas antar pulau di Maluku.

Saadiah menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.