Bogor (22/04) — Rencana pemekaran wilayah Bogor Barat kembali mendapat sorotan sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Upaya ini dinilai semakin relevan seiring pertumbuhan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Anggota DPR RI Komisi IX, Achmad Ru’yat, menegaskan bahwa wilayah Leuwiliang memiliki posisi yang sangat penting dalam rencana pengembangan tersebut. Terlebih, keberadaan Universitas Islam Bogor (UIB) di kawasan itu dinilai dapat menjadi salah satu pilar pendukung peningkatan sumber daya manusia, terutama tenaga medis.
“Bogor Barat ke depannya akan dimekarkan, sehingga posisi Leuwiliang dan kampus ini sangat penting. Kampus ini juga direncanakan akan mengoptimalkan pembangunan fakultas kedokteran serta fakultas kesehatan,” ujarnya.
Menurut Ru’yat, penguatan sektor kesehatan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang telah mencapai sekitar 6 juta jiwa, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan harus terus ditingkatkan agar pelayanan dapat berjalan optimal.
“Harapannya pelayanan kesehatan di wilayah Bogor Barat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Saya juga terus menyuarakan bahwa pemekaran Bogor Barat ini sangat penting, mengingat jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar 6 juta jiwa,” katanya.
Ia menilai, pemekaran wilayah bukan sekadar pemisahan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan dan memastikan distribusi layanan publik lebih merata. Dengan wilayah yang lebih terfokus, pemerintah daerah diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Sudah sangat penting untuk peningkatan pelayanan, mempercepat pembangunan, dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat di Bogor Barat,” ujarnya.
Selain itu, kehadiran UIB dengan rencana pengembangan fakultas kedokteran dan kesehatan diharapkan mampu mencetak tenaga medis yang kompeten sekaligus memperkuat infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut. Sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas.
Jika rencana pemekaran ini terealisasi, Bogor Barat diproyeksikan tidak hanya mengalami percepatan pembangunan, tetapi juga peningkatan signifikan dalam akses dan mutu pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.