Majalengka (16/03) — Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PKS, Ateng Sutisna, terus mendorong penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Rumah Aspirasi Saung Nganteur Kahayang, Kabupaten Majalengka, Senin (16/03/2026).
Kegiatan bertema “Ramadan Bulan Kemanusiaan, Berbagi, Menguatkan, dan Memulihkan sesuai Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan” ini diikuti oleh warga dan tokoh masyarakat dari Dapil 4 Majalengka yang meliputi Kecamatan Cigasong, Sukahaji, Sindang, Argapura, Maja, Banjaran, dan Talaga.
Dalam kegiatan tersebut, Ateng menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum penguatan spiritual, tetapi juga harus dimaknai sebagai ruang pendidikan sosial yang mendorong empati, kepedulian, dan solidaritas di tengah masyarakat.
“Ramadan mengajarkan bahwa ketakwaan harus melahirkan kepedulian. Melalui Sosialisasi Empat Pilar, kita menguatkan kompas kebangsaan agar semangat berbagi benar-benar menghadirkan pemulihan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Ateng.
Ia menjelaskan, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan harus dihadirkan dalam tindakan nyata yang relevan dengan semangat Ramadan, yakni berbagi, menguatkan, dan memulihkan kondisi sosial masyarakat.
Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara menegaskan pentingnya nilai kemanusiaan, gotong royong, dan keadilan sosial yang dapat diwujudkan melalui aksi berbagi dan kepedulian terhadap sesama. Sementara itu, UUD 1945 memberikan landasan konstitusional terkait hak dan kewajiban warga negara, termasuk tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan sosial.
“Pasal 34 UUD 1945 menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Ini menjadi dasar penting dalam upaya pemulihan sosial, terutama di momentum Ramadan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ateng menekankan bahwa semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tercermin dalam upaya memperkuat persatuan dan solidaritas lintas wilayah. Sementara nilai Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat.
“Persatuan adalah kunci. Kita tidak bisa membangun pemulihan tanpa kebersamaan. Dan di tengah perbedaan, kita harus tetap menjaga adab, saling menghormati, dan bekerja sama,” tambahnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga dirancang secara interaktif melalui dialog kebangsaan dan penyerapan aspirasi masyarakat, serta diisi dengan berbagai aksi kepedulian sosial sebagai bentuk implementasi nyata nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini merupakan bagian dari mandat kelembagaan MPR RI sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014, yang menugaskan MPR untuk memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada seluruh lapisan masyarakat.
Melalui momentum Ramadan, Ateng berharap nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kesalehan sosial dan penguatan harmoni kebangsaan.
“Ramadan harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan, empati, dan solidaritas sosial. Dengan Empat Pilar, kita pastikan nilai kebangsaan tetap hidup dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.