Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Silaturahmi dengan Ratusan Tokoh Siak, Hendry Munief Bahas Berbagai Isu Penting Daerah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Siak (10/02) — Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Riau I, Hendry Munief, bersilaturahmi dengan ratusan tokoh masyarakat Kabupaten Siak. Silaturahmi ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (9/2/2025) tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Siak. Hadir dalam kesempatan itu anggota DPRD Siak Sudirman, Wakil Bupati Siak Syamsurizal beserta jajaran.

Bupati Siak yang diwakili Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan rasa terima kasih kepada Hendry Munief karena bersedia berdialog dan menyerap aspirasi para tokoh Kabupaten Siak. Ia menyebut kehadiran Hendry Munief sebagai perwakilan masyarakat Riau di Senayan yang berdialog langsung dengan tokoh masyarakat Siak merupakan langkah positif.

“Siak ini punya peranan besar dalam membangun bangsa ini dari awal kemerdekaan hingga sekarang. Maka kita berharap Hendry Munief mampu menyuarakan hal itu ke pemerintah pusat. Para tokoh ini akan menyampaikan secara langsung kondisi riil masyarakat Siak saat ini,” terang Syamsurizal.

Sudirman, anggota DPRD Siak, menyampaikan tantangan yang dihadapi Kabupaten Siak saat ini, yakni defisit anggaran. Bahkan, masih terdapat tunda bayar hingga Rp400 miliar.

“Tapi mudah-mudahan tahun ini selesai. Namun dengan kondisi ini, kita sangat membutuhkan kolaborasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat,” terang Sudirman.

Sukijo dari Forum Pemberdayaan Kebangsaan menyampaikan bahwa dengan kondisi saat ini, harapan besar tidak bisa hanya bertumpu pada APBD Siak.

“Saat ini Siak bisa dikembangkan dari sektor pariwisata. Salah satu yang pernah kita usulkan adalah membangun destinasi wisata miniatur suku-suku yang ada di Kabupaten Siak. Tujuannya menjaga keberagaman dan menarik wisatawan dari luar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih banyaknya perusahaan industri yang tidak membayar zakat usaha. Menurutnya, hal tersebut perlu disuarakan ke Kementerian Perindustrian.

“Jika ini terealisasi, maka hasil zakat usaha para pengusaha dapat membantu perekonomian masyarakat kecil,” terang Sukijo.

Dedi dari LAMR Siak dan Rusda Harahap dari Ikatan Keluarga Padang Lawas Sumatera Utara sama-sama berharap Hendry Munief dapat turut membantu keuangan Kabupaten Siak di Senayan. Keduanya juga menyampaikan persoalan banyaknya lowongan kerja di Siak yang tidak diisi oleh putra daerah, sementara banyak generasi muda Siak yang masih menganggur.

Sementara itu, Ramadhansyah dari komunitas Juru Sembelih Halal Siak dan Riska dari BPJPH Cendekia Center menyoroti banyaknya tempat usaha pemotongan ayam dan hewan yang belum menjalankan proses pemotongan sesuai syariat.

“Apalagi saat ini kebutuhan daging ayam sangat tinggi melalui program MBG. Jika teknik pemotongan ayam tidak sesuai syariat, hal itu akan berpengaruh pada kesehatan dan kehalalan daging yang dikonsumsi oleh penerima manfaat,” terang Ramadhansyah.

Seluruh masukan dari para tokoh masyarakat Siak tersebut dicatat secara khusus oleh Hendry Munief. Masukan tersebut akan dijadikan bahan aspirasi untuk disampaikan kepada mitra Komisi VII DPR RI.

Hendry Munief menjelaskan bahwa saat ini dirinya fokus mengadvokasi kebutuhan sektor industri dengan lembaga pendidikan. Ia menggagas kolaborasi antara sektor industri dan lembaga pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar lulusan dapat langsung terserap ke dunia kerja.

“Peran pemerintah daerah sangat besar dalam program ini. Panggil semua pelaku industri, kumpulkan, ajak berbincang bersama. Industri membutuhkan tenaga kerja seperti apa, kompetensi apa. Lalu tanyakan kepada lembaga pendidikan apakah bisa menyediakan kebutuhan tersebut. Ini harus dikawal agar benar-benar terealisasi,” terang Hendry Munief.

Ia juga menerangkan bahwa saat ini dirinya tengah mengawal sektor pariwisata Siak melalui program pemugaran beberapa situs cagar budaya serta mendorong Kabupaten Siak memperoleh status Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Istana Siak.

“Jika ini terealisasi, maka seluruh fasilitas di kawasan wisata Istana Siak akan diperbaiki, dibangun, dan dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata. Tentu ini akan berdampak secara ekonomi bagi masyarakat Siak ke depannya,” terang Hendry Munief.