Tegal (02/01) — Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menghadiri perhelatan Semarak Budaya 2025 bertajuk Pagelaran Musik Keroncong di Gedung Rakyat Slawi, Kabupaten Tegal, yang diselenggarakan pada Desember 2025.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kemitraan strategis antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat jati diri bangsa melalui seni musik tradisional di tengah arus budaya global yang masif.
Dalam acara tersebut, puluhan grup musik keroncong menunjukkan kebolehannya dengan menampilkan aransemen konvensional maupun kolaborasi modern yang selaras dengan minat generasi muda saat ini.
Panggung budaya tersebut menjadi semakin semarak saat alunan lagu-lagu legendaris seperti Bengawan Solo dan Gambang Semarang bergema, bersanding dengan berbagai lagu kekinian yang dibalut dengan nada keroncong yang khas.
Selain sajian musik, para pengunjung juga disuguhi pameran keris yang menambah kekayaan ragam budaya yang ditampilkan kepada masyarakat Tegal.
Turut mendampingi Abdul Fikri Faqih dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tegal Junaidi dan Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Tegal Ki Haryo Enthus Susmono, yang merupakan putra dari mendiang Bupati Tegal sekaligus tokoh budaya legendaris, Ki Enthus Susmono.
Dalam keterangannya pada Jumat (2/1/2026) di Tegal, Abdul Fikri Faqih menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, terlebih dengan adanya transformasi struktur pemerintahan yang menempatkan Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga mandiri.
Ia menjelaskan bahwa kementerian yang sebelumnya tergabung dalam satu lembaga kini telah dipisah menjadi tiga bagian, yakni Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Perubahan struktur ini, menurutnya, harus menjadi momentum untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap sektor kebudayaan nasional.
“Bisa hadir dalam Semarak Budaya 2025 lalu, dan kami berharap kebudayaan semakin lestari. Karena kementeriannya sekarang sudah menjadi Kementerian Kebudayaan sendiri, maka mestinya diperhatikan dan diseriusi dengan anggaran yang cukup,” kata Fikri.
Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pemilihan Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes) ini menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada sejauh mana masyarakatnya mampu menghargai serta memperhatikan akar budayanya sendiri sebagai fondasi karakter bangsa.
Lebih lanjut, Fikri mengungkapkan bahwa saat ini Komisi X DPR RI tengah intensif mendiskusikan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Langkah ini diambil untuk memastikan integrasi nilai-nilai budaya tetap terjaga dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan, meskipun kementeriannya kini berdiri sendiri.
Upaya tersebut dilakukan agar warisan leluhur tidak hanya menjadi pengingat masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan esensinya.
Fikri berharap kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan musiman atau pelengkap acara formal semata, melainkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Ia menekankan pentingnya nilai-nilai ketimuran dan spiritualitas yang terkandung dalam budaya Indonesia untuk terus dijiwai oleh masyarakat agar tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada.
“Melalui pagelaran seperti ini, kami berharap identitas unik budaya Indonesia tetap tegak berdiri dan menjadi kebanggaan bagi seluruh elemen masyarakat dalam merawat warisan leluhur demi masa depan bangsa yang berkarakter,” pungkasnya.