Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Askweni Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi dan Kemandirian Pemuda di Era Digital

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (26/11) — Anggota Fraksi PKS DPR RI sekaligus anggota Komisi VI, H. Askweni, S.Pd., menerima kunjungan edukasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Saintek Muhammadiyah Jakarta di Ruang Pleno Fraksi PKS DPR RI, Gedung Nusantara I Lantai 3, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11). Sebanyak 50 mahasiswa hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut.

Kunjungan ini menjadi forum penyampaian aspirasi mahasiswa terkait pentingnya penguatan literasi digital dan program pemberdayaan pemuda sebagai bagian dari pembentukan kemandirian dan kapasitas generasi muda di era teknologi.

Para mahasiswa menjelaskan bahwa kampus tengah menjalankan program pengembangan literasi digital dan pemberdayaan pemuda, yang mereka nilai sangat relevan dengan tantangan era digital saat ini. Mereka berharap dukungan dari para pemangku kebijakan, termasuk Fraksi PKS DPR RI, agar ekosistem literasi dan penguatan kapasitas pemuda dapat semakin berkembang.

Dalam sambutannya, Askweni menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa terhadap isu strategis tersebut.

“Yang saya hormati para mahasiswa dari BEM Universitas Saintek Muhammadiyah Jakarta, saya bersyukur pada siang hari ini kita bisa bersilaturahim di Ruangan Pleno Fraksi PKS,” ujar Askweni membuka pertemuan.

Ia menegaskan bahwa literasi adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa, terlebih di tengah derasnya arus informasi digital.

“Budaya literasi harus kita budayakan dan kembangkan. Literasi menjadi bagian penting dalam kehidupan kita sebagai petunjuk dan sumber ilmu yang bisa dibaca untuk menambah pengetahuan,” tegasnya.

Lebih jauh, Askweni memberi dukungan penuh terhadap program pemberdayaan pemuda yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, ruang organisasi dan aktivitas sosial merupakan sarana penting membentuk karakter mandiri.

“Pemberdayaan pemuda adalah sebuah idealisme yang luar biasa dari kampus. Saya sangat support agar mahasiswa belajar organisasi, karena berorganisasi akan melatih kemandirian untuk lebih berdaya dan berperan dalam masyarakat,” jelasnya.

Terkait perkembangan teknologi digital, Askweni juga menyinggung pentingnya pemahaman literasi digital di berbagai tingkatan agar generasi muda mampu menghadapi peluang dan tantangan dunia digital secara bijak.

Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa menyoroti isu judi online, bonus demografi, dan keterbukaan informasi publik. Menanggapi hal tersebut, Askweni menekankan perlunya kepemimpinan kuat dan peran media dalam menekan penyebaran judi online, serta mengakui bahwa keterbukaan informasi publik semakin baik dengan hadirnya media sosial, meski penyelesaian persoalan tetap harus ditempuh melalui jalur hukum maupun politik.