Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Junaidi Auly Soroti Motivasi, Kapasitas, dan Diplomasi Energi bagi Calon Anggota DEN

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (20/11) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Dr. Ir. H. A. Junaidi Auly, M.M., menyoroti tiga aspek kunci yang dianggap krusial dalam proses seleksi Calon Anggota Dewan Energi Nasional (DEN): motivasi, kapasitas, dan diplomasi energi. Hal ini disampaikan dalam forum fit and proper test Calon Anggota DEN periode 2026–2030 yang digelar di Gedung DPR, Jakarta (20/11/2025).

Motivasi terbesar kandidat menjadi fokus utama. Menurutnya, motivasi yang jelas dan kuat merupakan pendorong utama untuk menjalankan tugas tingkat nasional secara konsisten, terutama dalam upaya menjaga kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Kapasitas kandidat, termasuk integritas teknis dan kemampuan mengimplementasikan kebijakan berbasis riset, menjadi pertimbangan penting.

“Motivasi yang kuat akan menjadi daya dorong besar dalam melakukan setiap aktivitas kegiatan kita,” kata Junaidi.

Putra daerah asli Lampung ini menekankan perlunya kandidat memahami kebijakan energi nasional secara komprehensif dan mampu menjabarkannya dalam langkah-langkah operasional. Selain itu, diplomasi energi juga menjadi fokus utama. Dalam konteks dinamika pasar energi global, diperlukan instrumen negosiasi yang efektif dengan negara mitra.

Junaidi menanyakan negara mana yang menjadi prioritas dan alasan pemilihannya, serta bagaimana DEN dapat memperkuat referensi Indonesia di kancah internasional.

“Terkait dengan diplomasi energi, kita perlu instrumen negosiasi dengan negara mitra, mana yang menjadi prioritas serta bagaimana DEN dapat memperkuat different di tengah dinamika pasar energi global,” tegasnya.

Kandidat yang berasal dari latar belakang akademisi maupun industri dinilai memiliki potensi untuk berkontribusi signifikan, asalkan mampu menyelaraskan visi pribadi dengan kebutuhan kebijakan energi nasional. Junaidi menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah, serta peran industri dalam mendorong hilirisasi, inovasi teknologi, dan transisi energi yang berkelanjutan.

“Penyelenggaraan forum ini bertujuan untuk memastikan proses seleksi DEN tidak hanya menilai rekam jejak, tetapi juga visi besar dan komitmen kandidat dalam membangun kebijakan energi yang adil, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan pembangunan nasional,” tutup Junaidi.