Jakarta (05/11) — Anggota DPR RI Komisi II Aus Hidayat Nur merasa prihatin atas operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid. Ini adalah ke-empat kalinya penangkapan orang nomor satu di provinsi Bumi Lancang Kuning itu oleh KPK.
“Anggaran pilkada di provinsi Riau mencapai ratusan milyar lebih. Namun, delapan bulan setelah dilantik, sang kepala daerah sudah terkena OTT. Ini jelas kerugian besar bagi masyarakat Riau karena hasil pilkada tak sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan,” ujar anggota Fraksi PKS dari daerah pemilihan Kalimantan Timur itu melalui rilis media, Rabu 5 November 2025.
Rekor 4 kali OTT ini membuat Aus khawatir terhadap proses demokrasi di Riau. Sedikit banyak akan ada dampak di mana masyarakat semakin skeptis dengan berbagai proses pemilihan. Akibatnya proses pemilu/pilkada terancam sepi peminat, atau masyarakat malah semakin permisif dengan politik uang karena anggapan siapapun yang terpilih akan bermasalah juga akhirnya.
Kasus korupsi ini juga membuat rakyat Riau kian kehilangan sosok pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Atas fenomena ini, Aus menyerukan tiga hal kepada masyarakat Riau.
“Pertama, saya meminta masyarakat Riau untuk tidak hilang harapan kepada proses demokrasi dalam menentukan kepala daerah,” ucapnya.
“Kedua, saya mengajak masyarakat Riau lebih sungguh-sungguh dalam mencari dan mempersiapkan tokoh yang jujur dan layak untuk dijadikan kepala daerah,” sambungnya.
“Dan yang ketiga, saya meminta masyarakat Riau kedepannya mencermati calon kepala daerah yang maju, tidak asal pilih, apalagi tergiur politik uang,” pungkas Aus.