Jakarta (16/10)—Anggota Fraksi PKS DPR RI dari Dapil Jawa Barat II, Dr. KH. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si, menegaskan pentingnya implementasi hasil Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan semangat “Kokoh Bersama, Majukan Indonesia.” dan menekankan dua arah utama gerak partai ke depan yaitu kaderisasi masif berbasis semua segmen dan kaderisasi berbasis teritori.
“PKS harus hadir di seluruh lapisan masyarakat dan di setiap wilayah Indonesia dengan kader-kader yang tangguh, berintegritas, serta mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungannya,” ujar Aher di sela kegiatan diskusi publik dihadapan kader PKS Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menilai bahwa kaderisasi masif berarti proses pembinaan dilakukan secara besar-besaran, sistematis, dan berkelanjutan, tidak terbatas pada momentum tertentu. PKS akan memperluas jangkauan kaderisasi ke seluruh segmen masyarakat, mulai dari pelajar dan mahasiswa, pemuda dan komunitas kreatif, pekerja dan profesional, hingga petani, nelayan, buruh, perempuan, pelaku UMKM, dan komunitas digital.
“Setiap segmen masyarakat memiliki potensi dan peran strategis dalam pembangunan bangsa. Tugas PKS adalah memastikan mereka mendapat ruang pembinaan, pemberdayaan, dan kepemimpinan.” jelas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Selain kaderisasi berbasis semua segmen, Anggota Komisi II F-PKS DPR RI ini menilai penting juga kaderisasi berbasis teritori, yakni pembinaan kader sesuai karakteristik sosial, budaya, dan geografis wilayah masing-masing. Pendekatan ini, memungkinkan PKS membangun basis kader yang merata di seluruh daerah, memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan, serta melahirkan pemimpin lokal yang kontekstual dan mandiri.
“Lakukan kaderisasi secara masif di semua teritori. Teritori itu mengikuti struktur pemerintahan dan sistem pemilu. Ujung teritori itu adalah DPRa dan TPS. Hadirkanlah kaderisasi sampai ke TPS, penuhi struktur partai sampai ke TPS. Selain itu, program seperti Satu Desa Satu Kader Inti menjadi contoh nyata upaya kita menyiapkan kader tangguh di setiap titik wilayah Indonesia. Dengan begitu, PKS tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga relevan dengan aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput.” tambahnya.
Terakhir, Kang Aher optimistis hasil Munas VI ini akan memperkuat daya tahan dan daya saing PKS di kancah politik nasional yaitu penguatan ideologi, perluasan basis kader, serta penguatan jejaring lintas wilayah dan segmen merupakan fondasi utama menuju partai yang inklusif, solid, dan berorientasi pelayanan rakyat.
“PKS akan terus hadir dengan semangat pelayanan, pembinaan, dan keteladanan. Inilah cara kita memajukan Indonesia, dengan kader-kader yang kokoh dan masyarakat yang berdaya,” demikian tutup Kang Aher.