Jakarta (12/10) — Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX dari Fraksi PKS Ateng Sutisna menyambut baik langkah pemerintah yang menetapkan 10 wilayah sebagai fokus utama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Ia menilai program ini penting sebagai bagian dari strategi nasional dalam mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di daerah perkotaan.
“Kalau benar-benar dijalankan dengan komitmen kuat, PSEL bisa menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan tumpukan sampah yang tak kunjung selesai. Namun, jangan sampai kebijakan ini hanya berhenti di tataran seremonial saja,” ujar Ateng.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah menetapkan 10 wilayah prioritas pembangunan PSEL, di antaranya DKI Jakarta, Bali, DIY, Bekasi, Bogor Raya, Tangerang, Semarang Raya, Medan, serta beberapa daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut.
Ia mengingatkan agar pelaksanaan program ini tidak membebani pemerintah daerah tanpa dukungan nyata dari pemerintah pusat.
“Daerah diminta menyediakan lahan minimal 5 hektare dan menjamin ketersediaan 1.000 ton sampah per hari. Ini angka besar. Maka perlu ada kolaborasi anggaran dan teknis dari pusat,” tegasnya.
Anggota Komisi XII ini juga menyoroti pentingnya aspek transparansi anggaran dan keberlanjutan teknologi PSEL, agar tidak menjadi proyek mangkrak seperti yang terjadi di beberapa daerah sebelumnya.
“Jangan sampai ini terbengkalai karena perizinan & tumpang tindih kewenangan. Pemerintah harus memastikan seluruhnya beres sejak awal,” pungkasnya.