Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Alqassam Kasuba: Semangat Proklamasi Harus Hidup dalam Pertanian, Ekonomi Kreatif, dan Perjuangan Palestina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (19/08) — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Izzuddin Alqassam Kasuba, menegaskan bahwa semangat proklamasi tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial, melainkan harus dihidupkan dalam berbagai bidang kehidupan bangsa, termasuk pertanian, ekonomi kreatif, hingga perjuangan membela kemerdekaan Palestina.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi diskusi Grand Launching Lomba Baca Teks Proklamasi ala Bung Karno yang diselenggarakan Fraksi PKS DPR RI, Selasa (19/08).

Alqassam menilai, pidato Bung Karno adalah warisan yang tidak hanya menggetarkan bangsa, tetapi juga mampu menginspirasi dunia. Ia mencontohkan pidato Bung Karno di Konferensi Asia Afrika 1955 yang turut memantik semangat kemerdekaan bangsa-bangsa lain, termasuk Maroko.

“Dengan semangat Bung Karno yang menyampaikan bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, setahun kemudian Maroko menyatakan kemerdekaannya. Itu salah satu bukti bagaimana pidato Bung Karno punya pengaruh besar, bahkan bagi bangsa lain,” ujar Alqassam.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya keterlibatan pemuda di sektor pertanian. Menurutnya, generasi muda harus mengambil peran melanjutkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Bung Karno pernah mengingatkan, pangan itu soal hidup dan mati. Tanpa kedaulatan pangan, Indonesia akan rapuh. Karena itu kita berharap generasi muda bisa menemukan cara-cara baru untuk menumbuhkan pertanian Indonesia dengan memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

Alqassam juga mengapresiasi peran anak muda di bidang ekonomi kreatif yang menurutnya dapat menjadi kekuatan baru bagi Indonesia sekaligus sarana solidaritas untuk bangsa lain, termasuk Palestina.

“Kami di Fraksi PKS terus menyuarakan hak-hak rakyat Palestina. Bahkan di Paripurna kami mengajak seluruh anggota DPR mengangkat syal dan poster menolak genosida di Gaza. Bentuk-bentuk perjuangan seperti inilah yang mencerminkan semangat proklamasi—bahwa kemerdekaan harus dirasakan semua bangsa, termasuk Palestina,” ujarnya.

Menutup tanggapannya, Alqassam berharap lomba baca teks proklamasi yang sudah memasuki tahun ketujuh ini terus menjadi gerakan kebudayaan yang menanamkan semangat perjuangan di kalangan pemuda.

“Mudah-mudahan lomba ini bisa terus menumbuhkan semangat proklamasi di jiwa para pemuda, bukan hanya untuk tahun ini, tapi juga di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.