Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Dampingi Wakil KMS PKS di Jatim, Amin Ak Tegaskan Kaderisasi Sebagai Kunci Dakwah Berkelanjutan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Lumajang (17/08) — Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Amin Ak, menyemangati kader PKS Kabupaten Lumajang dan Jember untuk memperkuat kaderisasi.

Wakil Ketua Fraksi PKS itu mendampingi Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, KH. Aunur Rafiq Shaleh Tamhid, yang akrab disapa Ustadz Aun, dalam kegiatan silaturahmi bersama kader PKS, Ahad (17/8/2025) di Aula SMK Muhammadiyah Lumajang.

Pertemuan ini dihadiri oleh 297 kader PKS Kabupaten Lumajang dan 80 kader PKS Kabupaten Jember, yang tergabung dalam jajaran kader pelopor di wilayah Daerah Pemilihan Jawa Timur IV. Total sebanyak 377 kader hadir dan mengikuti dengan antusias rangkaian kegiatan termasuk diskusi dengan Ustadz Aun yang dimoderatori oleh Amin.

Dalam sambutannya, Amin menegaskan bahwa momen Kemerdekaan Indonesia ke-80 bukan hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen perjuangan. Menurutnya, PKS sebagai partai dakwah harus senantiasa melanjutkan estafet perjuangan melalui pembinaan kader secara berkelanjutan.

“Pembinaan kader adalah kunci utama untuk menjaga eksistensi dakwah. Tanpa kaderisasi yang kokoh, roda perjuangan akan melemah,” tegasnya.

Ia menambahkan, dakwah PKS bukan hanya soal politik, tetapi juga perjuangan membangun umat dalam bingkai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, pembinaan kader harus ditempatkan sebagai prioritas agar dakwah tetap berkelanjutan lintas generasi.

*Darurat Pembinaan*
Sementara itu, Wakil KMS Ustadz Aun menyoroti kondisi saat ini yang menurutnya memasuki fase “darurat pembinaan kader” di level akar rumput. Hal ini ditandai dengan masih terbatasnya intensitas pembinaan dan lemahnya sistem kaderisasi di beberapa titik wilayah basis.

“Jika kita lengah dalam melakukan pembinaan, maka akan terjadi kekosongan kader di lapisan bawah. Padahal, kader akar rumput inilah yang menjadi ujung tombak dakwah dan pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, Ustad Aun menekankan perlunya strategi khusus dalam membangun sistem kaderisasi yang lebih terarah, sistematis, dan berkesinambungan. Ia pun mengingatkan kader mengenai konsep Tajarrud, yaitu sikap totalitas seorang kader dalam menjalankan amanah dakwah. Ia menjelaskan bahwa Tajarrud bukan hanya soal loyalitas organisasi, tetapi lebih dalam lagi merupakan mentalitas untuk mengikhlaskan diri sepenuhnya bagi perjuangan amar ma’ruf nahi munkar.

“Seorang kader PKS harus memiliki jiwa _Tajarrud_ , artinya menyerahkan pikiran, tenaga, waktu, bahkan jika perlu harta untuk mendukung gerak dakwah. Inilah spirit yang akan mengokohkan langkah kita bersama,” ungkapnya.

Menurutnya, _Tajarrud_ akan melahirkan kader-kader militan yang siap berjuang tanpa pamrih. Dengan sikap inilah, PKS dapat terus hadir sebagai partai yang istiqamah melayani rakyat.

*Pembinaan Anak Muda*
Sedangkan Amin menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Ia menyebutkan, anak muda adalah aset utama bangsa sekaligus agen perubahan. Karena itu, kaderisasi yang diarahkan pada anak muda menjadi kunci keberlanjutan dakwah di masa depan.

“Anak muda hari ini adalah pemimpin umat di masa depan. Kalau mereka tidak kita bina, kita akan kehilangan generasi penerus perjuangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kader untuk serius menjadikan anak muda sebagai prioritas dalam pembinaan,” kata Amin.

Menurutnya, pembinaan generasi muda harus dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, sesuai dengan bahasa dan kultur mereka. Tidak cukup hanya memberikan teori, tetapi juga perlu keteladanan, pendampingan, dan ruang aktualisasi agar potensi mereka berkembang optimal.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini diwarnai dengan diskusi interaktif serta sesi motivasi. Para kader terlihat antusias menyambut pesan-pesan yang disampaikan. Banyak di antara mereka mengaku termotivasi untuk lebih aktif dalam kegiatan pembinaan di wilayah masing-masing.

Seorang peserta dari Lumajang, misalnya, menyampaikan bahwa arahan H. Amin Ak memberi energi baru dalam menjalankan amanah dakwah. “Kami merasa tersentuh dengan pesan Tajarrud. Insya Allah, kami akan berusaha totalitas dalam melanjutkan perjuangan,” ujarnya.

Baik Amin maupun Ustadz Aun menegaskan bahwa kaderisasi adalah roda penggerak dakwah. Tanpa kaderisasi, perjuangan akan berhenti di tengah jalan. Sebaliknya, dengan kaderisasi yang kokoh, PKS akan mampu melahirkan generasi penerus yang istiqamah dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam.

“Dakwah adalah perjalanan panjang, bukan kerja satu-dua orang. Karena itu, kaderisasi adalah mesin utama yang membuat roda perjuangan terus berputar. Saya berharap kader di Lumajang dan Jember bisa menjadi teladan dalam hal ini,” pungkasnya.