Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Masa Reses, Al-Qassam Kasuba Dorong SDM Kreatif Desa Maluku Utara Naik Kelas

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (11/08) — Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PKS Dapil Maluku Utara, Izzuddin Al-Qassam Kasuba, menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) ekonomi kreatif desa di Maluku Utara agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Al-Qassam menyambut baik program Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Koperasi dan UKM yang akan melatih afiliator muda di desa untuk mempromosikan produk kreatif lokal melalui strategi pemasaran digital.

Program ini juga diperkuat dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat penggerak ekonomi kerakyatan dan penyalur modal usaha.

“Inisiatif ini menjawab tantangan mendasar pelaku ekonomi kreatif desa di Maluku Utara, yakni keterbatasan akses pasar, permodalan, dan kapasitas SDM. Dengan adanya pelatihan afiliator muda dan koperasi desa, kita membangun kekuatan dari hulu sampai hilir,” ujar Al-Qassam di Jakarta, Senin (11/08).

Ia menilai, Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor kreatif, mulai dari kuliner berbasis rempah seperti pala dan cengkih, kerajinan tangan, musik daerah, hingga produk budaya. Namun, potensi ini belum maksimal karena minimnya promosi digital dan dukungan infrastruktur.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih dapat menjadi agregator yang memudahkan pelaku kreatif mendapatkan modal melalui skema hibah, kredit perbankan, hingga business matching dengan investor. Sementara, afiliator muda desa akan menjadi ujung tombak memperluas pasar melalui media sosial dan e-commerce.

“Kuncinya ada di sinergi. Pemerintah pusat, daerah, koperasi, dan komunitas kreatif harus bergerak bersama. DPR akan mengawal agar dukungan anggaran, regulasi, dan infrastruktur digital benar-benar sampai ke desa-desa di Maluku Utara,” tegasnya.

Al-Qassam juga menekankan pentingnya menjaga jati diri budaya lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif. Produk yang dipasarkan, menurutnya, harus tetap merepresentasikan identitas Maluku Utara sambil memenuhi standar kualitas pasar modern.

“Kreativitas lokal adalah kekuatan kita. Dengan SDM yang terlatih, koperasi yang solid, dan promosi yang tepat, desa-desa di Maluku Utara bisa naik kelas dan menjadi pemain penting dalam ekonomi kreatif Indonesia,” pungkas Al-Qassam.