Mojokerto (09/08) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Meitri Citra Wardani kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan meninjau langsung lokasi tumpukan sampah yang mengganggu operasional DAM/bendungan di wilayah Beratwetan, Kabupaten Mojokerto (04/08).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat mengenai penumpukan sampah yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menghambat fungsi bendungan dalam pengairan dan pengendalian banjir.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Meitri berhasil mengadvokasi dilaksanakannya Program Bersih Sungai sekaligus pengangkutan sampah di wilayah terdampak.
“Masalah sampah bukan hanya soal estetika, tapi juga soal keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Kami mendorong agar program pembersihan sungai ini dapat segera dieksekusi dan menjadi langkah awal penataan lingkungan yang berkelanjutan,” tegas Meitri.
Program tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan paling lambat pertengahan Agustus 2025. Diharapkan, dengan pelaksanaan program ini, operasional bendungan kembali normal dan kualitas lingkungan di sekitar sungai dapat ditingkatkan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Teguh Pribadi, menyampaikan bahwa tanggung jawab bendungan atau DAM di daerah Beratwetan dibawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto,
“Kami DLH disini tentunya akan mendorong Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto untuk mengambil langkah terkait bendungan ini. Harapannya juga program bebersih sungai ini menjadi bagian dari sinergitas dengan masyarakat, untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga sungai terutama tidak membuang sampah di Sungai” ujarnya
Selaras dengan DLH, Kepala Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Sutrikno mengatakan akan mengajak warganya untuk bersama-sama menjaga lingkungan terutama kesadaran warga yang masih membuang sampah ke sungai,
“Kami tentu mendukung program bebersih sungai. Masih banyak warga yang membuang sampah di sungai, dari sampah plastic, sampah makanan sampai sampah kasur semua dibuang ke sungai, jadinya susah untuk diurai,” ungkapnya.
Sutrikno juga mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa menyampaikan langsung aspirasi kepada Meitri terkait dengan bendungan ini, yang sudah lama banyak dikeluhkan oleh warga,
“Berterima kasih kepada ibu dewan Meitri yang telah sigap langsung menijau lokasi yang menjadi keluhan warga dan langsung membantu mengkoordinasikan kepada seluruh pihak terkait, kami warga jadi lebih mendapatkan solusi dari permasalahan bendungan ini” tambahnya,
Aksi cepat tanggap Meitri ini, menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi lintas sector untuk saling sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan hidup.