Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

FPKS DPR Konsisten Gelar Lomba Baca Kitab Kuning : Bentuk Penghormatan pada Perjuangan Kiai, Santri, dan Pesantren

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (05/12) — Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI menyelenggarakan Final Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) Edisi ke-7 Tahun 2023 di Gedung DPR RI, Selasa (5/12/2023). Lomba ini memperebutkan hadiah utama Umroh dan uang puluhan juta rupiah.

Lomba yang digelar setiap tahun dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri didampingi Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini.

Bertindak sebagai dewan juri Dr. KH. Muslih Abdul Karim, MA, KH. Syuhada Syarkun, M.Hi, dan Dr. KH. Ali Ahmadi, MA Alhafidz.

Menurut Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini LBKK merupakan bentuk komitmen Fraksi PKS dalam mengokohkan nilai-nilai keumatan sekaligus mengingatkan peran kiai, santri, dan pesantren kepada generasi muda Indonesia.

“Fraksi PKS konsisten menyelenggarakan lomba baca kitab kuning untuk  mensyukuri dan mensyiarkan Hari Santri Nasional. Ada tidak ada pemilu lomba ini tetap berjalan. Jadi sama sekali bukan untuk kepentingan politik jangka pendek tapi politik kebangsaan dan keumatan,” ungkapnya.

Baca juga: Lomba Baca Kitab Kuning Edisi ke-7 Fraksi PKS DPR RI Tahun 2023

Pesantren, kata Jazuli Juwaini, telah hadir sebelum Republik Indonesia merdeka. Fraksi PKS DPR RI memahami dan menyadari betul kontribusi pesantren, kiai, dan santri sangat besar bagi republik ini, maka kami abadikan salah satunya dengan Lomba Baca Kitab Kuning.

“Kami tidak ingin ada mata rantai yang terputus dari peran para kiai, peran santri, dan peran pesantren, yang sudah tertoreh sebelum dan setelah Indonesia ini merdeka”, tegas Anggota DPR RI dari Dapil Cilegon dan Serang ini.

Lomba Baca Kitab Kuning, lanjut Jazuli, juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta generasi bangsa ini terhadap Bahasa Arab.

“Karena bahasa Arab adalah bahasa surga, bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran, bahasa Arab adalah bahasa hadist, bahasa Arab adalah bahasa literatur-literatur keIslaman yang disusun dan dikarang oleh ulama salafush shalih”, pungkasnya.

Upaya Mengokohkan Nasionalisme Indonesia

Sementara itu, Ketua Majelis Syura PKS Habib Dr. Salim Segaf Aljifri mengungkapkan kebanggaannya kepada para santri yang sungguh-sungguh bertafaqqu fie dien karena disana lah sumber kebaikan dan keberkahan.

Menteri Sosial RI 2009-2014 ini mengapresiasi konsistensi Fraksi PKS dalam menyelenggarakan lomba baca kitab kuning serta menilai lomba ini sangat strategis bagi generasi bangsa.

Pertama, sebagai upaya mengokohkan nasionalisme Indonesia yang relijius. Apalagi bangsa Indonesia dihadapkan pada ancaman ideologi pemikiran atau isme-isme yang merusak jati diri bangsa seperti paham liberalisme, sekularisme, atheisme dan lain-lain.

Kedua, sebagai upaya memajukan pesantren sebagai soko guru pendidikan nasional yang berkontribusi besar dalam membentuk karakter generasi bangsa. Sehingga terwujud generasi muslim dan pribumi yang akan menjadi pemimpin bangsa dengan pemahaman kebangsaan yang utuh.

Ketiga, mendorong para santri agar termotivasi untuk mencintai dan meneladani para ulama terdahulu berikut karya-karyanya untuk menjaga dan melestarikan pemahaman ahlu sunnah wal jamaah.

“Kita semua berharap para santri bisa menjadi cendekiawan muslim dan pemimpin yang cerdas, berintegritas, beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia,” pungkas Dr. Salim.

Baca juga: Gelar Lomba Baca Kitab Kuning ke-7 di DPR RI, Fraksi PKS: Bentuk Penghormatan pada Kiprah Santri, Ulama, dan Pesantren

Santri Harus Masuk Parlemen

Presiden PKS Ahmad Syaikhu memberikan sambutan dalam penutupan LBKK berharap para santri bisa masuk Parlemen dan mewarnai politik dengan relijiusitas yang kuat. Memberi warna perpolitikan melalui legislasi, anggaran, dan pengawasan yang memiliki pondasi keagamaan yang kuat.

“Sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini melandasi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga perlu diformulasikan dalam legislasi di Parlemen,” ungkap Ahmad Syaikhu.

Kita ingin memperbaiki bangsa dan membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Dan kita melihat santri adalah elemen bangsa yang punya potensi luar biasa. “Santri dan pesantren menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa dan diharapkan terus memainkan peran penting dalam mengisi pembangunan,” pungkas Presiden PKS.

Pemenang Grand Final LBKK Fraksi PKS DPR RI Edisi ke-7 Tahun 2023

Setelah melalui proses penjurian, dewan juri memutuskan pemenang LBKK Fraksi PKS DPR RI edisi ke-7 sebagai berikut:

Juara 1: Zidan Zulfikri dari DKI Jakarta

Juara 2: Nadir Abrori dari Kalimantan Selatan

Juara 3: Rizky Nur Hidayatullah dari Riau

Harapan 1: Alfoun Fajar Mubarak dari Jawa Timur

Harapan 2: Imam Ubaidillah dari Jawa Tengah

Harapan 3: Sifak Saifuddin Ahmad dari DI Yogjakarta