Jakarta (19/10) — Anggota Fraksi PKS DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat II, Ahmad Heryawan, mengenang almarhum Syukron Ma’mun sebagai sosok ulama karismatik yang memiliki dedikasi besar dalam dakwah Islam, pendidikan, dan pembinaan umat. Kepergian beliau menjadi kehilangan bagi umat Islam sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga warisan ilmu, akhlak, dan perjuangan para ulama. Karisma seorang ulama tidak semata-mata terpancar dari keluasan ilmu dan kemampuan menyampaikan nasihat keagamaan, tetapi juga dari keteguhan prinsip, ketulusan pengabdian, serta pengaruh positif yang ditanamkan kepada masyarakat.
⠀
“Almarhum KH. Syukron Ma’mun merupakan sosok ulama yang patut kita kenang dan hormati. Bagi umat, ulama bukan hanya guru yang mengajarkan ilmu agama, melainkan juga pembimbing kehidupan yang mengingatkan kita tentang pentingnya iman, akhlak, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial,” ungkap Kang Aher ketika diwawancarai.
⠀
Lebih jauh, mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode ini menuturkan bahwa kehadiran ulama di tengah masyarakat memiliki arti yang sangat penting. Di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat, ulama menjadi rujukan moral yang membantu umat memahami persoalan kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai agama, kebijaksanaan, dan kemaslahatan bersama. Oleh karena itu, salah satu pelajaran penting dari kepergian seorang ulama adalah kesadaran bahwa pengabdian kepada umat harus terus dilanjutkan. Ilmu yang diajarkan, nasihat yang disampaikan, serta nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan hendaknya menjadi warisan yang hidup dalam perilaku masyarakat.
⠀
“Yang perlu kita jaga bukan hanya kenangan terhadap sosok beliau, tetapi juga nilai-nilai kebaikan yang diwariskan para ulama. Keteladanan itu harus diteruskan melalui pendidikan, dakwah yang mencerahkan, kepedulian kepada masyarakat, serta upaya menjaga persatuan umat dan bangsa,” tegas mantan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini.
⠀
Terakhir, Ketua Majelis Masyayikh Persatuan Umat Islam (PUI) ini mengimbau umat Islam menjadikan momentum mengenang almarhum sebagai kesempatan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun hubungan yang harmonis di tengah perbedaan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dakwah dan pendidikan harus senantiasa menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, untuk mendoakan almarhum Syukron Ma’mun agar Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima amal ibadah dan pengabdiannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
⠀
“Ulama mungkin telah berpulang, tetapi ilmu, nasihat, dan kebaikan yang ditinggalkannya dapat terus memberikan manfaat apabila kita merawat dan mengamalkannya. Inilah bentuk penghormatan yang bermakna kepada para ulama: mendoakan mereka, menjaga warisan ilmunya, dan melanjutkan perjuangan dalam kebaikan. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh almarhum KH. Syukron Ma’mun, melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, serta menjadikan ilmu dan kebaikan yang beliau tinggalkan sebagai amal jariyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan kita semua mampu mengambil pelajaran dari perjuangan para ulama untuk terus berkhidmat kepada agama, masyarakat, dan bangsa,” tutup Kang Aher mengakhiri wawancara.