Jakarta (19/10) — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, meminta Kementerian Luar Negeri dan seluruh perwakilan RI di Eropa meningkatkan kewaspadaan menyusul aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah negara, antara lain Prancis, Portugal, Italia, Belgia, dan Albania.
⠀
Aksi demonstrasi tersebut dipicu berbagai persoalan, mulai dari tekanan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, kebijakan pendidikan, hingga ketidakpuasan terhadap pemerintah. Di beberapa tempat, demonstrasi juga diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan.
⠀
“Kita menghormati proses demokrasi dan dinamika politik dalam negeri negara-negara sahabat. Namun, pemerintah juga harus mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi yang dapat mengganggu keamanan warga negara kita di sana,” ujar Sukamta.
⠀
Sukamta meminta Kemenlu melalui KBRI dan KJRI setempat terus mengikuti perkembangan situasi, berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat, serta memberikan informasi yang diperlukan agar WNI dapat menghindari wilayah-wilayah yang berisiko.
⠀
Menurutnya, perhatian perlu diberikan terutama kepada mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia. Perwakilan RI juga harus menjalin komunikasi secara aktif dengan komunitas WNI dan organisasi mahasiswa Indonesia di negara-negara tersebut.
⠀
“Jangan sampai kita terlambat mengetahui ada warga kita yang mengalami kesulitan. KBRI dan KJRI harus memastikan jalur komunikasi darurat mudah dihubungi dan bantuan konsuler bisa segera diberikan apabila diperlukan,” tegas legislator asal Yogyakarta tersebut.
⠀
Sukamta juga mengimbau WNI agar tetap tenang, mengikuti perkembangan informasi dari perwakilan RI, menghindari lokasi demonstrasi yang berpotensi menimbulkan bentrokan, serta mematuhi ketentuan otoritas setempat.
⠀
Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi dan ketidakpuasan masyarakat di sejumlah negara Eropa perlu terus dicermati karena dapat memicu aksi-aksi lanjutan.
⠀
“Kita berharap situasi di negara-negara tersebut segera membaik. Tetapi pemerintah harus tetap waspada dan siap menghadapi berbagai kemungkinan. Keselamatan warga negara Indonesia harus menjadi perhatian utama,” pungkas Sukamta.