Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Saat di Dapil, Ledia Berharap Peluang Beasiswa Harus Bisa Maksimal

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bandung (01/07) – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah, melaksanakan kunjungan kerja Daerah Pemilihan (Dapil) di Kota Cimahi, Jawa Barat. Salah satu agendanya adalah menyambangi kediaman mahasiswi D3 Kebidanan STIKes Budi Luhur, penerima bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Syakirina Agnia.

“Alhamdulillah, ini anak bungsu dari 9 bersaudara akhirnya bisa kuliah”, ungkap Budiar, yang merupakan ayah dari Syakirina, sepenuh syukur.

Baca juga: Hadiri Penutupan Masa Sidang, Ledia Hanifa: Kita Akan Turun Dapil untuk Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Budiar sehari-hari bekerja sebagai pengumpul barang rongsokan sekaligus pedagang bubur ayam. Syakirina, imbuhnya, juga sering berjualan keripik semasa sekolah untuk ikut membantu perekonomian keluarga.

“Saya memang pengen kuliahin anak walaupun terbentur biaya. Makanya kadang-kadang juga dagang kukuluban (makanan rebusan) buat menambah biaya”, tambahnya.

Syakirina Agnia dapat berkuliah di STIKes Budiluhur, Kota Cimahi, berkat bantuan beasiswa KIP-Kuliah jalur advokasi anggota Komisi X DPR RI. Sebagai anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa memang secara aktif memastikan agar peluang beasiswa KIP Kuliah ini bisa secara maksimal diterima oleh para pelajar yang berkeinginan kuat untuk kuliah namun terbentur soal biaya.

“Alhamdulillah beasiswa KIP Kuliah ini bisa bermanfaat. Semoga kuliah Agnia lancar, bisa bantu keluarga, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat ini yang didampingi pula Wakil III Bidang Kemahasiswaan STIKes Budi Luhur, Mochamad Ari Fardiansyah, MAN.

Ledia menilai beasiswa KIP Kuliah ini harus bisa tersosialisasi dan dimanfaatkan oleh setiap pelajar yang berhak. “Jangan pernah menyerah untuk bermimpi menempuh pendidikan setinggi-tingginya meskipun ada kendala biaya. Karena Pendidikan itu hak untuk semua.”

Keluarga Syakirina menyambut hangat kehadiran Ledia bersama pihak kampus STIKes Budi Luhur di rumah mereka. Tak ketinggalan, ayah Syakirina menyisipkan curhat terkait ijazah sekolah beberapa anaknya yang lain yang masih tertahan pihak sekolah.

“Kami akan coba bicarakan kepada pihak sekolah, karena penahanan ijazah bisa menghambat proses pendidikan lanjutan atau pekerjaan. Namun juga dengan mencoba mencari solusi bagi sekolah. Intinya kebaikan untuk semua.” Tutup Ledia.