Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Azyumardi Azra: Revitalisasi Mosi Integral Diperlukan Dalam Hadapi Tantangan Bangsa

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (04/04) — Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra menjadi narasumber pada webinar yang diadakan oleh Fraksi PKS DPR RI, bertajuk ‘Spirit Transformasi dan Kolaborasi Dalam Menjaga Integrasi Nasional’, Senin (04/04).

Dalam Webinar peringatan Mosi Integral Natsir tersebut, mengawali pemaparan Azyumardi menyampaikan bahwa umat muslim punya tanggungjawab besar menjaga integrasi nasional.

Baca Juga : Gelar Peringatan Mosi Integral, Ketua FPKS: Bentuk Komitmen PKS Mengokohkan Nilai Kebangsaan

“Kaum muslimin menjadi mayoritas di Indonesia, sehingga umat muslim punya tanggungjawab besar menjaga integrasi nasional, Integrasi NKRI. Sebaliknya, umat Islam Indonesia yang begitu banyak tidak bisa menjaga integrasi, maka tentu ini tidak baik bagi NKRI”, terang Azyumardi.

Dalam pemaparan lanjutan, Azra menyarankan untuk dilakukan Revitalisasi Mosi Integral Natsir, sebab ada dua hal tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Saya menyarankan perlunya revitalisasi Mosi Integral Natsir, sebab ada dua hal tantangan yang dihadapi saat ini dan kedepannya,” pungkasnya.

Pertama, imbuh Azra, ada perkembangan politik yang tidak terlalu kondusif di tanah air serta munculnya friksi-friksi dan perbedaan yang semakin susah untuk dijembatani.

Baca Juga : Peringati Mosi Integral M. Natsir, Dr. Salim: Merawat Ingatan sebagai Momentum Bersatunya Elemen Bangsa

“Kedua, masih adanya gejala dan tendensi separatisme. Hampir setiap pekan selalu ada aparat yang tewas akibat kelompok separatisme. Tentu ini tidak baik bagi ketahanan integrasi NKRI. Ini harus segera diselesaikan”, jelasnya.

Terakhir, Azyumardi menyampaikan pentingnya Integrasi Islam dimasa kini yakni hadirnya Legacy Ormas di tengah-tengah kehidupan masyarakat dan bernegara.

“Legacy ormas ber-cakupan Nasional sebagai Jam’iyah, termasuk Partai. PKS cakupannya nation light dan menyatukan diantara PKS yang ada di Aceh dan di Papua atau di Maluku dan seterusnya. Begitu juga dengan ormas non politik memainkan peran sebagai civil society berperan dalam civil culture, demokrasi juga check and balances”, tutup Azyumardi.