Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Interupsi di Paripurna, Sukamta Singgung Komitmen Pemerintah di Sektor Keamanan dan Luar Negeri

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

 

Jakarta (06/05) — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta meminta pemerintah untuk mengambil langkah serius dalam menghadapi permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini, dari Kapal Selam Nanggala 402 serta gugurnya Kabinda Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha.

“Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang signifikan supaya tidak terulang kembali, peristiwa-peristiwa ini dan pokok persoalannya bisa segera selesai,” ujar Sukamta dalam Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (06/05).

Anggota DPR RI Dapil DI Yogyakarta ini menambahkan, ditengah situasi dalam negeri yang sedang mengalami masalah serius, Indonesia juga punya tanggung jawab besar pada ASEAN. Terutama pada Myanmar yang turut hadir di KTT.

“Namun demikian, fakta di lapangan, kekerasan, terbunuhnya rakyat, itu masih terjadi. Kami berharap betul pemerintah republik Indonesia terus proaktif untuk mendorong agar kekerasan segera dihentikan, rakyat terselamatkan, rezim militer mau mematuhi saran-saran Pemimpin ASEAN,” kata Sukamta.

Lebih lanjut Sukamta juga meminta pemerintah republik Indonesia juga memberikan perhatian terhadap rakyat Palestina.

“Apa yang terus menimpa saudara-saudara kita, salah satu atau mungkin satu-satunya bangsa yang masih dijajah dimuka bumi ini yaitu bangsa Palestina, ditengah-tengah bulan ramadhan, mereka terus mengalami kekerasan dicegah untuk berangkat ke masjid al Aqso oleh tentara Israel. Tentara Israel terus melakukan penindasan dan kekerasan kepada rakyat palestina di Masjid Al-Aqso,” tukas Sukamta, Anggota Komisi I.

Sukamta menambahkan, masalah Palestina penting untuk terus mendapatkan sorotan dan penjajah mendapatkan tekanan dari dunia internasional. Pemerintah harus konsisten dalam menyerukan penghentian kekerasan oleh Israel pada Palestina, meski ditengah banyaknya persoalan yang ada di Indonesia.