Balikpapan (18/09) — Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, mendorong PT PLN memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Tengah, terutama di tengah kondisi karhutla dan kabut asap yang masih terjadi.
Meitri menilai pemadaman listrik dalam situasi karhutla memiliki dampak yang lebih serius dibandingkan kondisi normal. Pasalnya, masyarakat membutuhkan listrik untuk mengoperasikan kipas, pendingin ruangan, alat pemantau kualitas udara, perangkat kesehatan, hingga sarana komunikasi.
“Pemadaman listrik kali ini terjadi ketika Kalimantan Tengah juga sedang menghadapi karhutla dan kabut asap. Karena itu, dampaknya tidak bisa dilihat sebagai gangguan pelayanan biasa. Listrik menjadi bagian penting dari upaya masyarakat melindungi diri dari paparan asap,” ujar Meitri dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026).
Legislator PKS ini menekankan PLN perlu memastikan karhutla masuk dalam skenario contingency plan sistem kelistrikan, termasuk ketika gangguan pembangkit dan jaringan terjadi secara bersamaan.
Hal ini penting mengingat data PLN per 14 September 2026 menunjukkan beban puncak dua sistem utama kelistrikan Kalimantan mencapai 2.913 MW, sementara cadangan daya tercatat 0 MW.
“Yang perlu dipastikan bukan hanya kecukupan kapasitas pembangkit, tetapi juga kemampuan sistem menghadapi kondisi darurat. Ketika pembangkit, jaringan, atau pasokan energi primer terganggu, harus ada skenario yang jelas agar pemulihan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.
Selain itu, Meitri meminta PLN bersama pemerintah daerah memetakan fasilitas prioritas yang harus tetap mendapatkan pasokan listrik ketika terjadi pemadaman, seperti rumah sakit, puskesmas, posko kesehatan, lokasi pengungsian, dan fasilitas publik lainnya.
Anggota DPR RI Dapil Jatim VIII ini juga mendorong PLN memberikan informasi pemadaman secara lebih presisi kepada masyarakat, terutama mengenai wilayah terdampak, waktu dan durasi pemadaman, serta perkembangan proses pemulihan.
Di sisi lain, Meitri mengapresiasi langkah PLN dalam menjaga keandalan pembangkit sekaligus menyiapkan kapasitas untuk kebutuhan listrik ke depan.
PLN Nusantara Power saat ini memiliki portofolio pembangkit di Kalteng sebesar 367,6 MW, yang terdiri dari PLTMG Bangkanai 277,6 MW dan PLTU Pulang Pisau 90 MW.
“Penguatan sistem kelistrikan harus terus dilakukan, baik melalui peningkatan keandalan pembangkit, kepastian energi primer, maupun pengembangan jaringan. Targetnya bukan hanya listrik tersedia dalam kondisi normal, tetapi juga tetap tangguh menghadapi kondisi darurat seperti karhutla,” pungkas Meitri.