Jakarta (15/09) — Fraksi PKS DPR RI meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap pekerja pelayanan publik di Papua menyusul tewasnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dalam aksi penembakan di Distrik Muliama, Papua Pegunungan.
Anggota Fraksi PKS DPR RI Mahfudz Abdurrahman mengatakan ketiga korban sedang menjalankan tugas untuk melayani masyarakat. Karena itu, keselamatan ASN dan pekerja sipil yang bertugas di wilayah rawan harus menjadi bagian dari tanggung jawab negara.
“Para korban sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah perlu memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang memadai ketika bekerja di wilayah yang memiliki risiko keamanan,” kata Mahfudz.
Menurutnya, peristiwa tersebut tidak boleh dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Kekerasan bersenjata masih terjadi secara berulang di sejumlah wilayah Papua dan telah menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil maupun pekerja.
Sebagai konteks, sepanjang Agustus 2026 tercatat sembilan serangan bersenjata di Papua Pegunungan hingga Papua Tengah yang menyebabkan tujuh orang meninggal, lima orang luka-luka, dan sembilan perempuan disandera.
Mahfudz meminta pemerintah memperkuat pengamanan bagi pekerja pelayanan publik, terutama ASN yang bertugas di wilayah terpencil dan rawan. Setiap penugasan perlu disertai pemetaan risiko serta langkah mitigasi yang jelas.
“Perlindungan perlu diperkuat secara preventif, sehingga para pekerja sipil dapat menjalankan tugasnya dengan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung,” ujarnya.
Mahfudz juga meminta pemerintah mengusut kasus tersebut secara tuntas serta memberikan perhatian kepada keluarga korban. “Kami berharap penegakan hukum berjalan dan perlindungan terhadap pekerja pelayanan publik semakin diperkuat, sehingga pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Papua dapat terus berjalan,” pungkasnya.