Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

HUT ke-81 TNI, Sukamta: TNI Semakin Kuat, Pertahanan Indonesia Semakin Kokoh

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (05/10) — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, Sukamta, menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada seluruh prajurit, purnawirawan, dan keluarga besar TNI di seluruh Indonesia.

Sukamta mengapresiasi pengabdian para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus kehadiran TNI dalam berbagai keadaan sulit yang dihadapi masyarakat.

“Di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, Indonesia tentu membutuhkan TNI yang kuat, profesional, modern, dan tetap dekat dengan rakyat,” ujar Sukamta dalam keterangannya.

Menurutnya, HUT TNI tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan peresmian 204 satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto. Di dalamnya terdapat enam Kodam baru, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, serta sejumlah satuan baru di TNI AL dan TNI AU.

Sukamta menyambut baik penguatan tersebut. Menurutnya, wilayah Indonesia yang sangat luas, terdiri atas ribuan pulau, dan berada di kawasan strategis membutuhkan kemampuan pertahanan yang mampu menjangkau seluruh wilayah secara efektif.

“Dinamika keamanan juga terus berkembang. Karena itu, kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat,” katanya.

Namun, Sukamta mengingatkan bahwa penambahan struktur organisasi harus diikuti dengan kesiapan setiap satuan baru. Kecukupan dan kualitas personel, alat utama sistem senjata (alutsista), logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, serta dukungan anggaran harus dipastikan berjalan seiring dengan pengembangan organisasi.

“Jangan sampai organisasinya tumbuh, tetapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding. Tujuan akhirnya tentu bukan sekadar bertambahnya Kodam, brigade, batalyon, atau skadron. Yang ingin kita capai adalah meningkatnya daya tempur dan daya tangkal Indonesia,” tegasnya.

Sukamta juga menyoroti enam Kodam baru yang berada di wilayah dengan karakter berbeda-beda. Kepulauan Riau, misalnya, memiliki lingkungan strategis yang berbeda dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku Utara, maupun Papua Tengah.

Karena itu, menurutnya, pengembangan setiap Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, dan potensi ancaman di wilayah masing-masing.

“Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” ujarnya.

Demikian pula dengan pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah cukup besar. Sukamta mengatakan TNI mempunyai sejarah panjang dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah. Peran tersebut penting, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan.

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap dilakukan secara proporsional sehingga tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama.

“Peran ini tentu penting, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dijaga secara proporsional agar tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama,” kata Sukamta.

Lebih lanjut, Sukamta mengingatkan bahwa bentuk ancaman terhadap pertahanan negara terus berkembang. Tantangan pertahanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kekuatan konvensional, tetapi juga mencakup drone, rudal presisi, sistem tanpa awak, serangan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik, dan operasi informasi.

Karena itu, penguatan struktur kewilayahan harus berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista, penguasaan teknologi, penguatan intelijen, serta peningkatan kemampuan operasi gabungan antarmatra.

“Pada akhirnya, keberhasilan pembentukan 204 satuan baru ini akan terlihat dari hasilnya: apakah TNI menjadi semakin siap, semakin cepat merespons ancaman, dan semakin mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia. Itu yang perlu kita dukung sekaligus kita kawal bersama,” tegas Sukamta.

Ia berharap momentum HUT ke-81 menjadi penguat bagi TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kemampuan pertahanan sekaligus mempertahankan kedekatan dengan masyarakat.

“Selamat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern, dan kuat, tetap bersama rakyat, serta senantiasa menjadi penjaga kedaulatan Republik Indonesia. Dirgahayu TNI,” pungkas Sukamta.