Jakarta (14/09) — Penguatan keberlanjutan usaha Pertashop didorong Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jalal Abdul Nasir, dalam audiensi bersama Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia, Selasa (8/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, koordinasi lintas pemangku kepentingan dinilai perlu diperkuat. Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi dipandang penting untuk dilibatkan dalam pembahasan lanjutan guna mencari ruang penyelesaian terhadap berbagai tantangan yang dihadapi pelaku Pertashop.
Perkembangan penyempurnaan data sosial ekonomi nasional turut mendapat perhatian Legislator PKS tersebut. Penyaluran subsidi secara lebih tepat sasaran dinilai dapat membuka pola baru dalam pemberian dukungan negara kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Menurut Jalal, apabila bantuan dan subsidi pada masa mendatang dapat disalurkan langsung kepada penerima manfaat, kesenjangan harga bahan bakar berpotensi semakin berkurang. Kondisi tersebut dinilai dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih seimbang bagi Pertashop.
Keberadaan jaringan Pertashop yang tersebar hingga wilayah yang relatif jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum juga dinilai memiliki nilai strategis. Peluang pelayanan energi kepada masyarakat di berbagai daerah diharapkan semakin terbuka seiring penyempurnaan kebijakan subsidi.
Sambil menunggu proses kebijakan dan advokasi berjalan, pelaku Pertashop diajak tetap bertahan serta terus melakukan inovasi. Adaptasi usaha dinilai penting agar peluang baru dapat dimanfaatkan ketika tata kelola penyaluran subsidi semakin berkembang.
Jalal Abdul Nasir berharap keberlangsungan Pertashop dapat terus diperkuat melalui kebijakan yang adil, koordinasi antarlembaga, dan model usaha yang sehat sehingga manfaatnya dapat dirasakan pelaku usaha, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.