Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Netty Prasetiyani Minta Semua Pihak Perkuat Pembinaan Remaja dan Ketahanan Keluarga

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (12/09) — Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta semua pihak, pemerintah dan masyarakat, memperkuat pembinaan remaja menyusul kasus penemuan jasad bayi yang terkubur di area perkebunan Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Menurut Netty, dikutip di Jakarta, Jumat (11/9/2026), keterlibatan pelaku berusia muda dalam kasus tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan pembinaan remaja serta ketahanan keluarga memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Ini adalah tragedi yang sangat memprihatinkan. Seorang bayi kehilangan kesempatan untuk hidup dan tumbuh. Apabila terdapat pelanggaran hukum dan unsur kekerasan, proses hukum harus berjalan secara tegas,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan informasi sementara, pihak kepolisian telah mengamankan dua orang yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Salah satu pelaku diketahui masih berusia 17 tahun.

Menurut Netty, edukasi kesehatan reproduksi yang tepat serta sesuai tingkatan usia menjadi bernilai krusial agar generasi muda tidak terjerumus pada informasi yang salah.

“Remaja membutuhkan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan risiko dari perilaku yang membahayakan masa depan mereka. Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik,” kata dia.

Lebih lanjut, Netty menekankan keluarga harus menjadi benteng utama dalam membimbing dan menjaga remaja.

“Jangan sampai mereka mencari informasi dari sumber yang keliru tanpa pendampingan yang baik. Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak sangat diperlukan agar remaja tidak menghadapi persoalan besar sendirian,” katanya.

Netty pun mendorong pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, hingga tenaga kesehatan untuk memperkuat sinergi dalam program pembinaan remaja dan pembangunan keluarga sebagai langkah pencegahan.

“Pencegahan harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui sekolah dan masyarakat, serta didukung program pemerintah. Tragedi ini harus menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih serius menjaga masa depan anak-anak Indonesia,” kata Netty.