Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Pergantian Menlu, Mahfudz Titip Penguatan Diplomasi Indonesia dan Palestina

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (02/10) — Pergantian Menteri Luar Negeri Republik Indonesia diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat diplomasi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Anggota Komisi I DPR RI, Mahfudz Abdurrahman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sugiono atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri.

“Terima kasih kepada Pak Sugiono atas pengabdian dan kerja kerasnya selama memimpin Kementerian Luar Negeri. Tentu ada banyak pekerjaan diplomasi yang telah dilakukan dan menjadi bagian dari perjalanan diplomasi Indonesia,” ujar Mahfudz, Jumat (2/10/2026).

Mahfudz juga menyampaikan selamat kepada Arrmanatha Christiawan Nasir (Tata) yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Luar Negeri.

Menurutnya, pengalaman panjang Tata sebagai diplomat menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan politik internasional yang semakin dinamis.

“Selamat kepada Pak Tata. Beliau memiliki pengalaman panjang di dunia diplomasi, termasuk pengalaman dalam forum multilateral. Ini merupakan modal yang baik untuk memperkuat peran Indonesia di tengah perubahan geopolitik dunia,” katanya.

Mahfudz berharap pergantian Menlu tidak hanya dimaknai sebagai pergantian personalia, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat suara dan peran Indonesia di panggung global.

Indonesia, menurutnya, perlu terus memainkan peran aktif dalam berbagai isu internasional, termasuk perdamaian, stabilitas kawasan, kerja sama ekonomi, keamanan global, serta isu kemanusiaan.

“Indonesia memiliki modal diplomasi yang besar. Politik luar negeri bebas aktif harus terus diterjemahkan menjadi diplomasi yang aktif, konstruktif, dan mampu memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan global,” ujar Mahfudz.

Dalam konteks tersebut, Mahfudz memberikan perhatian khusus terhadap isu Palestina.

Ia berharap komitmen Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap menjadi bagian penting dari diplomasi luar negeri Indonesia.

“Palestina jangan sampai kehilangan tempat dalam prioritas diplomasi Indonesia. Dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina harus terus diperjuangkan melalui berbagai kanal diplomasi,” tegasnya.

Menurut Mahfudz, Indonesia dapat terus menggunakan kekuatan diplomasi bilateral maupun multilateral untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan masyarakat sipil, akses bantuan kemanusiaan, serta penyelesaian konflik yang memberikan ruang bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina.

“Indonesia harus konsisten menyuarakan perdamaian dan keadilan. Kita ingin suara Indonesia semakin kuat, semakin didengar, dan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia, termasuk bagi Palestina,” pungkasnya.