Jakarta (08/09) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS dari Dapil Jawa Timur VII, Riyono, mendorong pemerintah memperkuat langkah antisipasi terhadap fenomena El Nino yang berpotensi memberikan dampak serius terhadap sektor pangan, khususnya melalui ancaman kekeringan dan gagal panen.
Hal tersebut disampaikan Riyono dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-5 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Selasa (08/09), di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Riyono mengatakan fenomena El Nino perlu menjadi perhatian serius karena dapat memicu berbagai bencana yang berulang dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus adalah pangan.
“Ya, ini menjadi El Nino yang paling keras. Di periode empat tahunan siklus yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ada bencana yang berulang, baik bencana banjir, ada kebakaran hutan, yang tentu memiliki dampak yang harus disiagakan,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur VIII tersebut.
Ia menilai ancaman kekeringan dan gagal panen harus diantisipasi secara maksimal untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional pada 2026. Kesiapsiagaan diperlukan agar dampak El Nino tidak mengganggu ketersediaan pangan masyarakat.
“Salah satunya ada sektor pangan, ancaman kekeringan, ancaman gagal panen harus diantisipasi secara maksimal agar produksi tahun 2026 ini tetap mampu menjadi cadangan pangan nasional,” tegas Riyono.
Riyono menekankan bahwa kesiapan menghadapi dampak El Nino menjadi penting untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah potensi gangguan akibat perubahan kondisi cuaca.