Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Habib Idrus: Kembara Bukan Sekadar Kemah, tapi Bekal untuk Mengabdi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bogor (24/08) — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Aljufri, mengingatkan para peserta Kembara (Kemah Bela Negara) agar pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan tidak berhenti ketika mereka meninggalkan lokasi perkemahan.

Menurut Habib Idrus, Kembara bukan sekadar kegiatan untuk menempa ketahanan fisik dan mental, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang harus memberikan dampak nyata ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing.

Ia mengatakan, nilai-nilai yang diperoleh selama Kembara, seperti kedisiplinan, ketangguhan, kepemimpinan, kepedulian, dan kebersamaan, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.

“Setelah Kembara ini selesai, perjuangan tentu belum selesai. Justru kita harus membawa semangat yang kita dapatkan di sini untuk menghadapi tantangan berikutnya dan terus bergerak menuju kemenangan,” ujar Habib Idrus dalam kegiatan Kembara DPD PKS Kota Tangerang di kawasan Curug Cihurang, Gunung Bunder, Bogor, Jumat (21/8/2026).

Ia menegaskan, proses pembinaan melalui Kembara pada akhirnya harus bermuara pada kebermanfaatan bagi masyarakat. Menurutnya, semangat untuk meraih kemenangan tidak cukup hanya dibangun dalam bentuk motivasi, tetapi harus diterjemahkan menjadi tindakan dan pengabdian yang nyata.

“Jangan sampai Kembara ini hanya menjadi kenangan. Jadikan setiap proses yang kita lalui sebagai bekal untuk menjadi lebih kuat, lebih solid, terus bergerak, dan bersama-sama menjemput kemenangan,” katanya.

Habib Idrus berharap para peserta mampu membawa semangat kebersamaan yang terbentuk selama Kembara untuk menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.

Menurutnya, pengalaman merasakan keterbatasan selama berada di alam terbuka juga menjadi pembelajaran penting agar kader semakin memahami kondisi masyarakat. Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada pembentukan pribadi yang tangguh, tetapi juga melahirkan kepedulian dan kesiapan untuk memberikan manfaat.

“Ukuran keberhasilan dari proses yang kita jalani bukan hanya seberapa kuat kita bertahan, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan setelah kita kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan Kembara sebagai titik awal untuk meningkatkan semangat pengabdian, memperkuat soliditas, dan terus bergerak menghadapi tantangan yang ada.

“Bawa pulang semangatnya, bawa pulang ketangguhannya, dan yang paling penting, bawa pulang semangat untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Habib Idrus.