Bogor (23/08) — Kegiatan Kembara (Kemah Bela Negara) DPD PKS Kota Tangerang di kawasan Curug Cihurang, Gunung Bunder, Bogor, tidak sekadar menjadi aktivitas berkemah di alam terbuka. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan untuk membangun ketangguhan, kedisiplinan, kekompakan, sekaligus memperkuat kesiapan kader menghadapi berbagai tantangan dalam perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, mengatakan bahwa untuk meraih kemenangan dibutuhkan tiga hal utama, yakni irodah atau keinginan yang kuat untuk menang, idarah atau kemampuan mengelola dan mempersiapkan diri menuju kemenangan, serta husnu taqdim yang dimaknai sebagai upaya memberikan yang terbaik dalam setiap proses perjuangan.
“Kalau keinginan kita untuk menang itu kuat, maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan. Yang kedua adalah idarah, bagaimana manajemen kita untuk menyambut kemenangan. Yang ketiga adalah husnu taqdim, yaitu bagaimana kita memberikan kebaikan dan yang terbaik dalam setiap proses yang kita jalani,” ujar Habib Idrus dalam kegiatan Kembara di Bogor, Jumat (21/8/2026).
Menurut dia, tiga hal tersebut menjadi alasan penting mengapa kader perlu mengikuti kegiatan Kembara. Sebab, kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman langsung mengenai ketangguhan, keterbatasan, kebersamaan, dan kondisi yang juga dihadapi sebagian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini pentingnya kita ikut acara Kembara. Karena di sinilah kita betul-betul merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat. Rakyat kadang tidur di tempat seperti yang kita tempati sekarang, makan dengan seadanya. Dari sini kita belajar dan tahu apa yang harus kita berikan kepada masyarakat,” katanya.
Habib Idrus menilai pengalaman tersebut penting agar kader tidak hanya memahami persoalan masyarakat dari sisi teori, tetapi juga mampu merasakan secara langsung bagaimana kondisi di lapangan.
Menurutnya, perjuangan di tengah masyarakat membutuhkan ketahanan mental, kepedulian, kemampuan beradaptasi, serta semangat untuk bekerja bersama. Karena itu, kegiatan Kembara diharapkan dapat menjadi ruang untuk membentuk karakter kader yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan.
“Ketika kita merasakan langsung bagaimana kondisi yang ada di lapangan, kita akan lebih memahami apa yang dibutuhkan masyarakat. Kita tidak hanya berbicara tentang rakyat, tetapi juga berusaha merasakan apa yang mereka rasakan,” ujarnya.