Magetan (14/08) — Ekonomi rakyat sektor perikanan menjadi salah satu fondasi yang kokoh saat badai krisis ataupun masa sulit kapan pun terjadi. Perikanan budi daya adalah sumber ekonomi yang belum dioptimalkan oleh masyarakat.
Produksi nasional perikanan tangkap saja bisa 8 juta ton/tahun. Budi daya tahun 2024 tembus 17,4 juta ton/tahun dengan produksi kualitas tinggi berupa udang vaname, nila, bandeng, dan lele. Artinya dari dua sektor saja sudah 25 juta ton lebih.
“Sektor budi daya masih sangat menjanjikan bagi pengungkit ekonomi desa sampai nasional. Rakyat tekun dan bisa untuk mengembangkan sektor perikanan budi daya,” papar Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil VII Jatim.
Tahun 2025 Riyono membagikan hampir 1,5 juta benih ikan air tawar berupa nila, lele, dan gurami untuk kelompok budi daya perikanan di 5 kabupaten Dapil VII. Bahkan sudah melakukan panen bersama dalam event mancing di Desa Terung, Magetan.
“Pendampingan dan pelatihan teknis budi daya sangat penting bagi para pokdakan. Mereka masih minim pengetahuan dan harus didampingi oleh penyuluh perikanan untuk menghasilkan panen yang optimal,” tambah Riyono Caping, Anggota DPR RI Dapil VII Jatim.
Agenda reses dimanfaatkan oleh Riyono untuk membagikan bantuan berupa benih kepada pokdakan sebagai usaha kerakyatan yang mudah dan berpotensi hasil lumayan. Para pembudi daya senang karena mendapatkan bantuan gratis berupa indukan ikan dan bibit siap dibesarkan.
“Program KKP dan Komisi IV mendorong pertumbuhan dari pesisir dan desa dengan pendekatan holistik berupa kampung tematik dan budi daya skala kelompok untuk pemerataan,” tambah Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jatim VII.