Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tinjau Longsor Barugbug, Jalal Abdul Nasir Desak Pembangunan Tanggul Cor Pile di Sungai Cilamaya

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Karawang (23/09) — Penanganan longsor dan pencemaran Sungai Cilamaya kembali didorong oleh Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, setelah kawasan Kampung Kalihegar, Desa Barugbug, Karawang, ditinjau pada pertengahan September 2026.

Dari peninjauan tersebut, dampak gerusan arus sungai dan curah hujan terlihat semakin mendekati permukiman. Sebanyak 28 rumah dilaporkan telah terdampak, sehingga perlindungan yang lebih kuat bagi warga di kawasan rawan dinilai perlu segera dipersiapkan.

Masukan Forum DAS Cilamaya mengenai kondisi tanah yang dinilai semakin rentan turut dicatat. Karena itu, penanganan sementara menggunakan kantung pasir, bambu, atau kayu diharapkan dapat ditingkatkan menjadi tanggul cor pile yang lebih kuat dan berjangka panjang.

Upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dan BBWS Citarum yang telah melakukan pemantauan serta perbaikan tanggul diapresiasi. Penguatan perlindungan di titik rawan tetap diharapkan agar keselamatan warga dan kawasan di sekitar aliran sungai dapat semakin terjaga.

Menurut Jalal, penyelesaian persoalan Cilamaya tidak cukup dilakukan melalui penguatan tanggul. Sumber pencemaran dan perubahan kondisi aliran juga perlu ditelusuri, sementara keterlibatan pelaku usaha di sekitar sungai diharapkan dapat diperkuat dalam menjaga kualitas lingkungan.

Kunjungan Aleg asal Komisi XII ke wilayah terkait juga akan didorong agar penanganan longsor dan pencemaran dapat dibahas lebih menyeluruh. Koordinasi pemerintah, BBWS, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan terus diperkuat sehingga solusi yang terukur dapat diwujudkan.

Dengan penanganan yang terintegrasi, perlindungan warga di bantaran Sungai Cilamaya diharapkan semakin baik. Pembangunan tanggul permanen, pengawasan kualitas air, dan pencegahan pencemaran dari sumbernya dinilai perlu berjalan beriringan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.