Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ledia Hanifa Jadikan Paduan Suara Mahasiswa Wadah Lestarikan Budaya dan Bahasa Daerah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bandung (09/08) — Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, mendorong optimalisasi potensi generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa dan pelajar, untuk terus mencintai budaya lokal. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah melalui kegiatan berkelompok yang digemari anak muda, seperti paduan suara dan vokal grup, dengan fokus membawakan lagu-lagu daerah Jawa Barat.

Menurut Ledia, pemilihan lagu daerah merupakan langkah strategis untuk mendekatkan kembali warisan budaya kepada generasi muda yang kini mulai tidak familier dengan kesenian tradisional. Proses latihan yang repetitif diyakini mampu membuat lirik dan makna lagu daerah kembali membekas di ingatan para peserta dan lingkungan sekitarnya.
“Setidaknya dari latihan saja sudah bolak-balik melihat lirik, nanti terngiang-ngiang. Teman-temannya yang lain juga jadi ingat. Lagu yang sudah lama tidak kedengaran, seperti lagu Badminton, ternyata bisa keluar lagi. Sambil kita tetap mengingatkan bahwa ada banyak filosofi yang tersimpan di dalam kesenian daerah yang perlu terus kita jaga, pelihara, dan kembangkan,” ujar Ledia.

Lebih lanjut, saat merespons pertanyaan mengenai korelasi kegiatan ini dengan pendidikan vokasi maupun pendidikan formal secara umum, Ledia memaparkan bahwa porsi kegiatan budaya ini sangat esensial sebagai ekstrakurikuler. Keterlibatan mahasiswa maupun siswa SMA di dalamnya mampu menjadi penyeimbang antara kemampuan akademik dan soft skills.
“Di antara kegiatan akademisnya, mereka juga tetap memerlukan peningkatan kualifikasi dengan kerja sama dan team building. Bagian yang paling penting adalah ini menjadi upaya mereka untuk meningkatkan keterampilan sosial di luar rutinitas akademis,” tegasnya.

Menutup penjelasan sebelumnya, Ledia menyoroti krisis penggunaan bahasa daerah dalam keseharian anak muda saat ini. Ia berharap kegiatan berbasis seni dan budaya dapat menjadi pemantik agar generasi penerus tidak melupakan identitas kedaerahannya di tengah arus globalisasi.
“Berbahasa daerah itu hampir hilang. Jadi dorongan kita memang bagaimana anak muda ini mengimplementasikan tiga hal: tetap terus berbahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Itu yang sedang kita sosialisasikan secara masif,” Ujar Ledia sekaligus menutup sesi wawancara.