Bandung (08/08) — Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Ledia Hanifa Amaliah, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam merawat, merawat, dan memodifikasi warisan budaya angklung agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman namun tetap menjaga nilai filosofis aslinya.
Hal tersebut disampaikan Ledia secara virtual dalam sambutan pembuka kegiatan “Semarak Budaya: Workshop & Lomba Angklung” bertema BERSUARA BERSAMA, MELESTARIKAN BUDAYA yang diselenggarakan di Aula SMKN 3 Bandung, Jalan Solontongan No. 10, Kota Bandung, Sabtu (8/8/2026).
Meskipun hadir secara daring, Ledia menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam bagi para peserta dan anak muda di Kota Bandung sebagai pusat kelestarian angklung.
Anggota Komisi X DPR RI tersebut menjelaskan bahwa keunggulan utama angklung terletak pada filosofi kebersamaan dan harmonisasi. Satu buah angklung tidak dapat berdiri sendiri untuk menghasilkan melodi yang utuh, melainkan membutuhkan perpaduan dari banyak angklung dan kerja sama antar-pemainnya.
“Filosofinya di dalam angklung, memainkan angklung itu tidak bisa sendiri. Dia harus diharmonisasi dengan banyak angklung hingga menghasilkan nada-nada dan lagu. Hebatnya, komposisi tradisional ini juga bisa dibawakan untuk lagu-lagu mau pun komposisi yang kontemporer,” ujar Ledia.
Legislator PKS dari Dapil Jawa Barat I (Kota Bandung & Kota Cimahi) ini mendorong agar para peserta dan generasi muda tidak ragu melakukan eksplorasi kreativitas berbasis budaya. Menurutnya, inovasi dalam memainkan komposisi musik modern menggunakan instrumen tradisional merupakan langkah strategis agar angklung terus diminati dan dikenal luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
“Mari kita sama-sama mengembangkannya menjadi lebih baik lagi untuk pengembangan budaya kita dan menjaga warisan sejarah budaya kita. Benda ini harus terus berkembang dan mendunia. Jangan lupa tetap semangat menjaga budaya ini,” pungkas Ledia.