Jakarta (08/08) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam menangani konflik antara satwa liar dan masyarakat yang kembali terjadi di sejumlah daerah, termasuk kasus serangan monyet ekor panjang di Indragiri Hilir, Riau.
Politisi PKS ini menyampaikan keprihatinan atas jatuhnya korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang dihimpun, sedikitnya 15 warga telah mengalami luka akibat serangan monyet liar di Tembilahan Hilir, termasuk seorang balita berusia empat tahun.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kita mendukung pemerintah daerah, BKSDA, aparat, dan seluruh pihak yang sudah bergerak menangani persoalan ini. Yang dibutuhkan sekarang adalah penyelesaian yang cepat, terkoordinasi, tetapi tetap memperhatikan prinsip perlindungan satwa,” ujar Nevi.
Menurut legislator asal Sumatera Barat tersebut, konflik satwa dan manusia tidak boleh dilihat semata-mata sebagai persoalan satwa yang memasuki permukiman. Pemerintah perlu menelusuri akar masalah secara menyeluruh, mulai dari perubahan habitat, alih fungsi lahan, gangguan koridor satwa, hingga kemungkinan satwa peliharaan yang dilepas ke alam.
Nevi menilai pemerintah juga perlu memperkuat langkah pencegahan. BKSDA dan pemerintah daerah harus memiliki sistem respons cepat ketika laporan konflik mulai muncul sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum jumlah korban bertambah.
“Kita ingin masyarakat merasa aman, tetapi pada saat yang sama satwa juga tidak menjadi korban. Manusia dan satwa sama-sama membutuhkan ruang hidup yang terlindungi. Karena itu, pendekatannya harus humanis, ilmiah, dan berkelanjutan,” katanya.
Nevi juga mendukung penguatan anggaran, personel, peralatan penanganan satwa, serta sistem peringatan dini di wilayah rawan konflik.
“Pemerintah tidak bekerja sendiri. DPR, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan pengelola kawasan harus bersama-sama mencari jalan keluar. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Kehadiran negara harus terasa sejak pencegahan hingga pemulihan,” tutup Nevi Zuairina.