Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Riyono Caping Tegaskan Kunci Swasembada Gula Ada di Petani

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (21/07) — Tekad Presiden Prabowo untuk swasembada gula pada tahun 2028 sebenarnya sejalan dengan Perpres 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Konsumsi 2028 dan Swasembada Gula Industri 2030.

Perpres itu terbit pada 16 Juni 2023. Sajian data BPS, sepanjang tahun 2023, Indonesia mengimpor 5,069 juta ton gula, senilai US$2,88 miliar atau setara Rp44,33 triliun.

Baik untuk gula konsumsi maupun gula industri yang diimpor dalam bentuk gula kristal mentah. Kekurangan pasokan gula dalam negeri mengharuskan Indonesia melakukan impor.

Catatan BPS tahun 2022 tercatat sebanyak 17 negara yang menjadi pemasok gula Indonesia. Empat negara terbesar pemasok gula Indonesia berturut-turut yaitu Thailand, India, Brasil, dan Australia.

“Cita-cita Presiden untuk swasembada gula harus diwujudkan dalam politik kebijakan dan anggaran yang berpihak kepada petani dan rakyat,” papar Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS.

Indonesia pernah menargetkan swasembada gula 2020 namun gagal tercapai, lalu dicanangkan 2028 kembali akan swasembada. Apa bisa?

Menurut Riyono Caping alasannya karena petani semakin enggan menanam tebu karena terus merugi, apalagi jika masih dikenakan pajak 10%. Dari berbagai kunjungan dan pertemuan bersama petani, pabrik gula keluhannya sama: gula semakin “pahit”, swasembada entah kapan, apalagi kesejahteraan petani tebu.

“Kuncinya ada di bibit tebu yang berkualitas dengan hasil rendemen minimal 8–10% dan hasil tahunan 90 juta ton/tahun. Saat ini rerata rendemen baru 7% dengan hasil 70 juta ton gula/tahun. Jika kita bisa dapat 5 juta ton per tahun maka kita bisa swasembada, kebutuhan tahunan 3 juta ton,” tambah Riyono Caping, Anggota DPR RI Dapil VII Jatim.

Alasan kedua agar bisa swasembada, menurut Riyono, pabrik gula yang sudah tidak kompetitif harus direvitalisasi secara maksimal. Rencana penutupan 23 pabrik dari 45 membuat resah 1,7 juta pegawainya.

Selain itu pabrik gula umurnya sudah mendekati satu abad. Sudah inefisiensi dari sisi produksi sehingga banyak yang sudah ditutup dan ada yang dimerger, sedangkan revitalisasi pabrik melalui pembangunan 28 pabrik masih tahap rencana.

“Swasembada kuncinya adalah petani. Jadikan petani tebu senang menanam dan beli dengan harga bagus, maka mereka akan sejahtera. Swasembada bukan hanya soal jumlah dan ketersediaan, swasembada adalah kesejahteraan yang sistematis,” tutup Riyono Caping.