Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Apresiasi INACOLET 2026, Dorong Penguatan Pendidikan dan Daya Saing SDM Indonesia

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Majalengka (17/07) — Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, mengapresiasi penyelenggaraan International Conference on Education, Language, and Technology (INACOLET) 2026 yang digelar Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bekerja sama dengan UMC Press pada 16–17 Juli 2026.

Mengusung tema Transforming Science Ecosystems through Language, Education, and Technological Advancement, konferensi internasional tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, guru, peneliti, dan praktisi untuk memperkuat pengembangan pendidikan, bahasa, serta pemanfaatan teknologi dalam menghadapi tantangan global.

Menurut Ateng, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus ditopang oleh ekosistem pendidikan yang mendorong literasi, riset, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat, dunia pendidikan harus terus bertransformasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus daya saing bangsa,” ujar Ateng.

Ia menilai penyelenggaraan konferensi internasional seperti INACOLET merupakan langkah positif dalam memperluas jejaring akademik, mendorong pertukaran gagasan, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Ateng juga menyampaikan ucapan selamat kepada para guru, dosen, mahasiswa, dan peserta dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh guru, dosen, mahasiswa, peneliti, serta peserta dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, Karawang, dan sekitarnya yang mengikuti INACOLET 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon. Semoga forum ini menjadi wadah lahirnya inovasi, kolaborasi, dan gagasan yang memperkuat kualitas pendidikan Indonesia,” katanya.

Menurut Ateng, penguasaan bahasa, literasi digital, dan pemanfaatan teknologi merupakan kompetensi yang semakin penting untuk mempersiapkan generasi unggul menghadapi tantangan global. Karena itu, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus membangun budaya akademik yang inovatif dan adaptif.

“Mari bersama-sama meningkatkan daya saing pendidikan Indonesia di kancah internasional. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan mampu membawa Indonesia semakin maju,” pungkas Ateng.