Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Pertambangan Berkeadilan: Jalal Abdul Nasir Desak Freeport dan Amman Zero Fatality serta Optimalkan Nilai Tambah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (15/07) — Masukan mengenai keselamatan kerja, keandalan smelter, hilirisasi, dan kontribusi sosial disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir, dalam RDP dan RDPU bersama PT Freeport Indonesia dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Selasa (14/7/2026).

“Zero fatality harus menjadi komitmen utama dalam industri pertambangan kelas dunia. Keselamatan pekerja merupakan hal mendasar yang perlu dijaga melalui pengawasan, mitigasi, dan penerapan standar operasional secara konsisten,” ujar Jalal.

Apresiasi diberikan terhadap berbagai upaya pemulihan kinerja perusahaan setelah sejumlah kendala operasional. Penguatan keandalan fasilitas pengolahan juga didorong agar proses produksi dapat berlangsung lebih stabil dan risiko gangguan serupa semakin diminimalkan.

“Keandalan smelter perlu terus diperkuat. Pengalaman selama dua tahun terakhir dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem mitigasi, sehingga operasional berjalan lebih aman, stabil, and mampu mendukung target produksi nasional,” katanya.

Proyeksi produksi dan penerimaan negara untuk 2027 serta tahun-tahun berikutnya turut mendapat perhatian. Kontribusi sektor pertambangan dinilai penting dalam mendukung agenda pembangunan, termasuk ketahanan pangan, energi, dan air yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Hilirisasi sebaiknya tidak berhenti pada katoda tembaga. Nilai tambah perlu terus diperluas agar industri turunan tumbuh, lapangan pekerjaan semakin terbuka, dan manfaat pengelolaan sumber daya alam dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Gagasan pengembangan sebagian investasi sosial Freeport ke sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha berbasis sumber daya alam disampaikan sebagai alternatif penguatan ekonomi jangka panjang. Program sosial bagi masyarakat sekitar wilayah operasi tetap diharapkan berjalan secara berkelanjutan.

“Sebagian investasi sosial dapat diarahkan untuk membangun usaha produktif di berbagai daerah. Langkah ini berpotensi menciptakan pekerjaan, meningkatkan nilai tambah hasil alam, serta menjadi sumber keberlanjutan ekonomi setelah cadangan mineral suatu saat berkurang,” jelas Jalal.

Perhatian serupa diberikan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara agar antisipasi terhadap kendala operasional terus diperkuat. Pencapaian produksi juga diharapkan mendekati target RKAB sehingga manfaat terhadap penerimaan negara dan perekonomian daerah dapat semakin optimal.

“Target produksi perlu dikawal dengan perencanaan yang matang dan pengendalian risiko yang kuat. Kami berharap Freeport dan Amman terus meningkatkan kinerja, menjaga keselamatan, serta menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat,” tutupnya.