Jakarta (14/07) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menyoroti masih berulangnya temuan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Ia mengapresiasi upaya pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, namun mempertanyakan mengapa persoalan tersebut terus terjadi dari tahun ke tahun.
Hal tersebut disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-25 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
“Saya secara pribadi dan atas nama Fraksi PKS mengapresiasi bahwa BPOM RI terus melakukan upaya pengawasan. Tentu saja yang saya sayangkan, mengapa hal ini terus berulang? Urusan kosmetik ini sebetulnya bukan urusan baru, tetapi sudah bertahun-tahun,” kata Netty.
Menurutnya, persoalan kosmetik berbahaya tidak cukup diselesaikan melalui pengawasan dan penindakan semata. Pemerintah dan BPOM perlu memperkuat edukasi serta literasi masyarakat secara masif, mengingat produk kosmetik digunakan secara luas, baik oleh perempuan maupun laki-laki.
Netty mengingatkan masih ditemukannya bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, dan asam retinoat dalam produk kosmetik. Bahan-bahan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kulit, organ tubuh, hingga penyakit berbahaya di kemudian hari.
“Upaya pengawasan dan penindakan ini harus dibarengi dengan literasi dan edukasi secara masif ke tengah masyarakat. Pengawasan dan penindakan juga harus dilakukan ke berbagai marketplace karena sekarang kosmetik bisa diperjualbelikan di pasar online,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat VIII tersebut.
Netty juga mengingatkan masyarakat, khususnya para ibu, agar tidak mudah tergiur promosi berlebihan, diskon, maupun klaim produk yang disampaikan melalui media sosial, influencer, atau dari mulut ke mulut.
“Biasakan melakukan rumus jitu dari Badan POM, yaitu Cek KLIK: cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa. Jangan sampai termakan promo, sale, atau diskon, tetapi kemudian berdampak buruk di kemudian hari,” tegasnya.
“Jadilah konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli sesuatu,” pungkas Netty.