Pekanbaru (25/06) — Usai melaksanakan sinkronisasi program dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UKM) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief langsung mengunjungi dua pusat kegiatan Pemprov Riau, yaitu PLUT UMKM dan Riau Creative Hub.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari penelusuran sektor-sektor yang dapat dikembangkan melalui inovasi dan program, sekaligus melihat berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Kunjungan pertama dilakukan ke PLUT UMKM pada Rabu (24/6/2026) siang. Ia disambut oleh Kepala PLUT UMKM Provinsi Riau, Tresiana Anom Sari, beserta jajaran.
Dalam kesempatan itu dilaksanakan kunjungan untuk melihat produk-produk UMKM yang menjadi showcase PLUT UMKM, sekaligus meninjau peralatan pendukung bagi pelaku UMKM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi yang melibatkan seluruh jajaran PLUT UMKM.
Tresiana Anom Sari dalam penjelasannya menyebut bahwa PLUT UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam pembinaan dan pengembangan sektor UMKM di Riau. Selama ini, PLUT menjadi tulang punggung pemerintah dalam mengawal pengembangan produk-produk UMKM.
“Respons pelaku UMKM sangat baik, mereka membutuhkan bimbingan dan pendampingan dari kami. Namun saat ini PLUT UMKM mengalami dinamika birokrasi karena para pendamping yang sebelumnya diangkat oleh pemerintah ditugaskan di sektor lain sehingga menyulitkan proses pembinaan,” terang Tresiana.
Ia juga menyebut adanya kendala teknis lainnya, seperti lokasi kantor PLUT yang tidak berada di pusat keramaian atau jalan utama, serta keterbatasan anggaran dan fasilitas.
Hendry Munief dalam keterangannya menyampaikan bahwa setelah melakukan kunjungan ini, dirinya mulai dapat menginventarisasi persoalan-persoalan pembinaan UMKM di Riau. Sejumlah masukan dari lembaga terkait akan dijadikan bahan yang akan diperjuangkan di Senayan nantinya.
“Kita juga ingin mengusulkan beberapa PLUT UMKM di kabupaten-kabupaten di Provinsi Riau. Catatan dari Bu Tresiana menjadi pertimbangan agar PLUT yang akan dibentuk ke depan jauh lebih baik,” terang Hendry Munief.
Usai melakukan kunjungan ke PLUT UMKM, Hendry Munief melanjutkan kunjungan ke Riau Creative Hub (RCH) yang dikelola oleh Disparekraf Provinsi Riau. Ia disambut oleh Sekretaris Disparekraf Ade Yudistira, beberapa tenaga ahli RCH seperti Rino Deza Paty dan Aditya Panji, beserta para pejabat dan staf RCH Provinsi Riau.
Dalam kunjungan ini, Ade Yudistira mengajak berkeliling melihat berbagai fasilitas dan ruang kreasi yang dimiliki RCH, seperti bioskop mini, ruang seni pertunjukan, mural, fotografi, studio rekaman, ruang animasi, perfilman, musik, desain fesyen, seni tari, game/esports, dan seni rupa. Tampak Hendry Munief antusias mendengarkan penjelasan Ade Yudistira beserta para tenaga ahli RCH Provinsi Riau.
Ade Yudistira menyebut bahwa respons pelaku ekonomi kreatif mulai tumbuh positif karena RCH masih tergolong baru. Sudah banyak komunitas dan pelaku ekonomi kreatif yang dibina oleh RCH Provinsi Riau. Sejumlah hasil kreativitas bahkan telah masuk ke pasar dan berkembang secara mandiri.
“Namun karena RCH ini masih baru, masih banyak fasilitas yang belum tersedia. Kami berharap Bapak Hendry Munief dapat membantu mengusulkannya ke Kementerian Ekonomi Kreatif nantinya,” terang Ade Yudistira.
Hendry Munief menerangkan bahwa sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu alternatif terbaik dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Sektor ini masih relatif baru di tengah masyarakat. Ia berharap RCH dapat menjadi inkubator dan promotor tumbuhnya ekonomi kreatif di Riau.
“Provinsi Riau menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki creative hub. Hal itu diakui oleh Menteri Ekonomi Kreatif. Beliau juga menyatakan akan memberikan perhatian penuh terhadap Riau Creative Hub karena akan menjadi percontohan creative hub tingkat provinsi. Saya akan berusaha memfasilitasi Pemprov Riau dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan pihak lainnya agar RCH ini semakin berkembang dan membanggakan bagi kita bersama,” kata Hendry Munief.
Hendry Munief mengakui hasil kunjungan ini menjadi bahan penting dalam penyusunan usulan dari Riau untuk RAPBN 2027.